Selama di Kalijodo, ponsel 8 korban pasutri mucikari disita

Kamis, 6 Maret 2014 16:48 Reporter : Henny Rachma Sari
Selama di Kalijodo, ponsel 8 korban pasutri mucikari disita Pasutri mucikari di Kalijodo. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Delapan perempuan yang ditipu oleh Dedi Utomo dan Susanti tidak diperkenankan menghubungi keluarga mereka di kampung. Pasangan suami istri (Pasutri) ini menyita telepon seluler para korban dan dipaksa melayani pria hidung belang yang kerap mendatangi kafe Mawarsari, tempat hiburan remang-remang yang dikelola keduanya di Kalijodo, Jakarta Utara.

"Mereka disekap ya. Handphone mereka diambil agar tidak bisa menghubungi keluarganya, bahkan nomor kontak keluarganya dihapus," ungkap Kanit V Subdit Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Handik Zusen di kantornya, Kamis (6/3).

Kasus tersebut terkuak, lanjut Handik, lantaran salah satu korban mengadu ke warga setempat dan minta dilaporkan ke polisi pada 4 Maret 2014 sekitar pukul 19.30 WIB. "Kemudian dilaporkan ke polisi setempat," ucap Handik.

"Ada beberapa korban yang masih di bawah umur," tambahnya.

Selama di kafe, para korban juga mendapatkan pengawasan ketat oleh para pelaku.

Handik menambahkan, kedua pelaku sudah beraksi sejak September 2013. Mereka menggunakan jasa perantara yang melakukan pencarian orang di desa-desa.

Keduanya dijerat Pasal 297 KUHP atau pasal 2 ayat 1 dan 2 UU RI No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Mereka juga akan dikenakan pasal 88 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Diancam 15 tahun penjara," tandasnya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Prostitusi
  3. Lokalisasi Kalijodo
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini