Sekda bantah bocorkan Rustam akan dipecat Ahok

Senin, 2 Mei 2016 12:57 Reporter : Fikri Faqih
Sekda bantah bocorkan Rustam akan dipecat Ahok Rustam Effendi. ©2016 Merdeka.com/Andriana Megawati

Merdeka.com - Sekretaris Daerah Saefullah membantah pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menilainya membocorkan rencana penggantian Rustam Effendi, sebelum mantan Wali Kota Jakarta Utara itu mundur dari jabatannya. Saefullah mengaku tidak mengetahui bahwa pasangannya saat memimpin Jakarta Pusat itu akan mundur.

‎"Begini, saya enggak tahu Rustam mau mundur. Dia enggak lapor saya. Dia bawa surat pengunduran dirinya ke Gubernur dianter sama BKD," katanya di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Senin (2/5).

Dia menceritakan alasan Rustam enggan menemuinya. Salah satunya karena Rustam menghindari diceramahi oleh Sekda. Kalau ketemu Saefullah maka ada kemungkinan Rustam justru mengurungkan ,niatnya mundur.

"Pulang dari Gubernur baru ke saya. Kenapa pak rustam ke Gubernur dulu? Tanya saya. Kalau saya lapor ke bapak, nanti dinasehatin sama bapak. Nanti kagak jadi mundur. Kayak gitu dia bilang ke saya," tutur mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini.

Saefullah yang tidak dapat menahan keputusan Rustam tersebut hanya bisa menandatangani surat pengunduran diri itu. Sebab, surat yang didisposisikan kepada dirinya sudah ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Kalau sudah pilih ya sudah. Kalau mau mundur ya sudah. Kalau sudah ada surat ke Gubernur dan ada disposisinya ya sudah saya tindak lanjuti. Tidak ada obrolan (dengan Rustam) sebelum mundur,"‎ terangnya.

Saefullah menegaskan, dirinya sebagai bawahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah sangat paham akan tugasnya. Bahkan mengenai pernyataan yang akan disampaikannya sudah terikat dengan sumpah jabatannya sebagai Sekda DKI Jakarta.

"Saya tahu apa yang saya harus omongin. Itu hak yang bersangkutan (Rustam) dan putusannya ada di Gubernur. Membantu Gubernur dan Wakil Gubernur itu sumpah saya sebagai Sekda," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan,‎ bukan cerita baru, sejak memimpin DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berulang kali melakukan rotasi jabatan di lingkungan pemprov. Pejabat eselon II yang tak bisa bekerja sesuai kemauan Ahok, sapaan Basuki, akan dicopot.

Dia menceritakan selama dirinya menjadi gubernur, sudah tiga pejabat eselon II mundur termasuk Rustam Effendi yang mengajukan surat pengunduran diri. Rustam mundur setelah berselisih paham dengan Ahok.

Ahok menduga mereka yang mengundurkan diri karena mendapat bocoran akan dicopot. Seperti yang terjadi mana Tri Djoko Sri Margianto (eks kadis tata air) dan Haris Pindratno (eks kadis perindustrian dan energi). Sebab, klaim Ahok, dia memiliki data PNS mana yang bekerja keras atau sebaliknya, tak maksimal.

"Mungkin Sekda bocorin kali ya, langsung ajuin surat saya berhenti," kata Ahok, saat ditemui di rumahnya di kawasan Pluit, Jakarta, Minggu (1/5).

Namun, dia tak tahu apakah mundurnya Rustam juga karena mendapat bocoran dari Saefullah (sekda DKI). Ahok menceritakan, pagi hari sebelum Rustam mengirimkan surat pengunduran diri pada Jumat (25/4), dia sempat mendapatkan pesan singkat dan Saefullah. Dia berdalih masih sempat mempertahankan Rustam.

"Saya kira Pak Rustam, saya enggak tahu nih Pak Sekda bocorin atau enggak, Sekda BBM sama saya, ini Pak Rustam ini kalau tidak cocok mungkin diberhentikan," jelasnya.

"Saya bilang enggak, kerjanya masih oke kok. Di rapim masih oke. Biarin saja saya bilang. Senam pagi tuh. Rustam kan belum ngajuin surat. Lalu Sekda laporin, 'bapak enggak mau berhentiin?' Tunggu tes saja saya bilang. Kalau tes semua, camat naik semua, kalau ada yang lebih baik dari Rustam kita ganti. Kalau enggak ada yang lebih baik dari dia, ya jangan ganti. Pakai saja dia dulu," beber dia.

Selang beberapa saat setelah pembicaraan itu, Rustam langsung masukkan surat pengunduran diri.

"Dalam hati saya bilang, Sekda bocorin kali ini saya mau ganti. Dia enggak mau bersaing saja. Terus orang bilang sudah ganti saja semua, saya enggak (ganti) tuh," katanya.

Setelah menerima surat pengunduran diri, Ahok langsung memanggil wakil Wali Kota Jakarta Utara untuk ditanya kesiapannya menjadi Plt Wali Kota Jakarta Utara.

"Saya panggil, Pak wakil, Anda berani enggak jadi wali kota? Kalau berani anda jadi Plt dulu ya. Lalu, sudah tahu kan maunya saya seperti apa? Tahu katanya. Ya sudah," pungkasnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini