Sandiaga: Kebocoran pipa gas proyek LRT kesalahan fatal

Selasa, 13 Maret 2018 11:44 Reporter : Syifa Hanifah
pipa gas bocor. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan bocor pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur yang diakibatkan oleh proyek LRT adalah kesalahan yang fatal.

Dia sudah berulang kali mengimbau kepada pekerja yang bergabung dalam percepatan pembangunan infrastruktur untuk mengutamakan keselamatan, agar kecelakaan tak lagi terjadi.

"Dan kami mendapatkan laporan itu bahwa ada kecelakaan yang sebetulnya sangat-sangat fatal. Yaitu di jaringan pipa gas yang melayani masyarakat. Sekarang masih dalam investigasi. Tapi kita patut bersyukur tidak ada korban. Tapi kita juga terenyuh karena terjadi lagi kecelakaan," katanya di Dinas Teknis, Jakarta Pusat, Selasa (13/3).

ia menegaskan pembangunan infrastruktur harus dibarengi SOP keselamatan kerja. Jangan karena mengejar target pembangunan faktor keselamatan dilupakan.

"Mungkin (bisa terjadi) lelah. Mungkin mereka dikejar tayang. Tapi kalau mereka bisa komit bersama-sama dengan kami. Teman-teman disnaker sudah turun pagi ini. Kita pastikan bahwa seluruh pembangunan di DKI, diutamakan keselamatan dan kesehatan dari para pekerjanya," ujar dia.

Sebelumnya Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, mengatakan, pipa gas bumi milik PGN di lokasi tersebut sudah melalui tes pit dan PCM. Menurutnya, pipa gas PGN terkena proyek LRT bukan kejadian yang pertama kali. Kejadian sebelumnya, pelaksana subkontraktor proyek LRT tidak berkoordinasi dengan kontraktor proyek.

"Saat ini yang terpenting, tim di lapangan sudah mengamankan kebocoran, dengan tindakan awal kami adalah menutup valve di depan BNN, Cawang, dan Rusun Bidara Cina," ujar Rachmat.

Akibat kebocoran tersebut, Rachmat mengatakan, sejumlah pelanggan gas bumi PGN bakal terdampak. "Mereka terutama pelanggan di Rusun Bidara Cina dan Kalibata," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terhentinya pasokan gas akibat tindakan pengamanan kebocoran ini, Tim PGN akan melaksanakan skema buka tutup valve. "Tujuannya untuk menjaga supaya gas tidak keluar dan tidak banyak lokasi terdampak penghentian sementara ini," ujar Rachmat. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini