Saksi ahli di sidang Ahok: Orang bisa pakai apa saja buat membohongi

Selasa, 21 Maret 2017 11:37 Reporter : Fikri Faqih
sidang ahok ke-15. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Penasihat hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama menghadirkan tiga orang saksi dalam persidangan ke-15 hari ini, Selasa (21/3). Saksi pertama yang dihadirkan adalah Rahayu Surtiati yang merupakan saksi ahli bahasa.

Pada saat memberikan keterangan, Rahayu menilai Surat Al-Maidah ayat 51 bukanlah sebuah kebohongan. Namun, dia mengungkapkan, siapa saja bisa menggunakan hal apapun untuk membohongi orang lain, sekalipun itu bermula dari kebenaran.

"Saya bukan ahli agama Islam, tapi menurut saya, Surat Al-Maidah 51, sebuah surat dalam Alquran, bukan merupakan kebohongan. Tetapi, orang bisa pakai apa saja untuk membohongi," katanya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Dosen dari Universitas Indonesia ini menjelaskan, menyaksikan perkataan Basuki atau akrab disapa Ahok itu di Kepulauan Seribu secara lengkap. Dia mengungkapkan, mantan Bupati Belitung Timur itu lebih banyak membicarakan soal budidaya ikan kerapu.

"Dalam video kunjungan kerja tersebut menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek Betawi. Sehingga, ada subjek atau objek yang tidak disebutkan ketika ucapan disampaikan secara lisan," terangnya.

Rahayu mengungkapkan, ucapan Ahok soal jangan mau dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51 berangkat dari pengalaman pribadinya. Hal itu dilihat dari permulaan kalimat Ahok yang diucapkan, 'Saya mau cerita'.

[dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.