Ribut-ribut APBD, Ahok minta maaf beri tontonan politik memalukan

Rabu, 4 Maret 2015 13:22 Reporter : Fikri Faqih
Ribut-ribut APBD, Ahok minta maaf beri tontonan politik memalukan Ahok. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Saya pribadi dan pemprov mohon maaf karena ada kejadian tontonan politik yang memalukan.


- Basuki Tjahaja Purnama

Merdeka.com - Polemik pembahasan APBD DKI Jakarta 2015 tidak hanya melibatkan DPRD DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Sebab Kementerian Dalam Negeri dibuat pusing dan PNS DKI Jakarta belum mendapatkan tunjangan kinerja daerah (TKD) mereka.

Ahok menyampaikan permohonan maafnya atas polemik berkepanjangan ini. Dan dia juga meminta maaf kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan PNS DKI Jakarta.

"Saya pribadi dan pemprov mohon maaf karena ada kejadian tontonan politik yang memalukan. Kami mohon maaf kepada PNS dan tenaga lepas, TKD Dinamis dan Statis belum turun. Jadi orang yang punya kredit biasa ngehitung pendapatan pas jadi nggak pas," ungkapnya di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (4/3).

Selain itu, dia juga menyinggung mengenai buruknya penyerapan anggaran pada tahun 2014. Karena ini menyebabkan tingginya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada APBD DKI Jakarta 2014, sekitar Rp 8 triliun.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, tingginya Silpa dikarenakan penghentian program siluman yang ada. Untuk itu dia berharap pada tahun 2015 hal ini tidak kembali terulang.

"Kami berusaha 2015 tidak ada Silpa. Saya sempat mau diinterpelasi. Angket tahun 2014 itu untung saya pintar kalau itu diangketkan nangkapnya Jokowi," tutup Ahok. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini