Rekam jejak lima tokoh pilihan Anies-Sandi untuk TGUPP bidang korupsi

Rabu, 3 Januari 2018 14:26 Reporter : Syifa Hanifah, Muhamad Agil Aliansyah, Lia Harahap
Anies umumkan TGUPP bidang korupsi. ©2018 Merdeka.com/Syifa Hanifah

Merdeka.com - Lima orang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengisi Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang komite Pencegahan Korupsi (PK). Mereka adalah Bambang Widjojanto sekaligus pimpinan dengan anggota Oegroseno, Nursyahbani Katjasungkana, Tatak Ujiyati dan Muhammad Yusuf.

Kelimanya memiliki latang belakang di bidangnya masing-masing. Seperti Bambang Widjojanto. Ia merupakan wakil pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015.

Bambang Widjojanto atau kerap disapa BW ini juga pernah menjabat ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Hingga mendirikan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Indonesian Corruption Watch (ICW).

Namun kiprah BW dalam memberantas korupsi saat menjabat wakil pimpinan KPK tak berjalan manis. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus pemberian kesaksian palsu dalam sidang di MK oleh Bareskrim Polri. Status tersangka itu setahun menjelang BW pensiun.

Penetapan tersangka itu membuat hubungan KPK dan Polri kembali memanas. Presiden Jokowi sampai turun menengahi persoalan ini hingga membentuk tim 9. Salah satu tokoh mengisi tim 9 adalah mantan Wakapolri Oegroseno. Namun berjalannya waktu kasus BW dihentikan setelah Kejaksaan Agung melakukan deponeering. Belakangan BW dikabarkan menjadi tim sukses dan dewan pakar kampanye pemenangan Anies-Sandi sebelum ditunjuk sebagai ketua TGUPP bidang komite Pencegahan Korupsi (PK).

Selanjutnya ada mantan Wakapolri Komjen (purn) Oegroseno. Pria yang akrab disapa Oegro menjadi salah satu anggota tim 9 bentukan Presiden Jokowi saat hubungan Polri dan KPK memanas usai BW dan Abraham Samad terseret kasus di Bareskrim. Saat itu, Oegro menjadi salah satu orang yang berkomentar pedas terhadap Polri terkait kasus tersebut.

Tak hanya itu, pria kalahiran Kabupaten Pati 17 Februari 1956 ini juga pernah menjadi anggota tim 9 bentukan Kemenpora. Tim 9 ini bertugas menyelesaikan kisruh dualisme kepengurusan PSSI. Saat ini Oegro menjabat komisaris independen bersama Darmono.

Kemudian ada nama Nursyahbani Katjasungkana. Wanita kelahiran Jakarta 7 April 1955 ini kenal baik dengan Bambang Widjojanto. Keduanya pernah sama-sama aktif di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Bahkan Nursyahbani menjadi kuasa hukum BW saat menjadi tersangka kasus pemberian keterangan palsu dalam sidang di MK.

Dua nama terakhir memang kurang familiar dipublik. Mereka adalah Mohammad Yusup dan Tatak Ujiyati.

Mohammad Yusup diketahui pernah menjabat ketua TGUPP periode 20142017. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala BPKP Provinsi DKI Jakarta dan Kepala BPKP Provinsi Sumatera Utara.

Terakhir, Tatak Ujiyati. Ia merupakan peneliti ahli Tata Pemerintahan yang Baik (good governance). Tatak juga pernah menjabat sebagai Direktur Riset Lembaga Konsultan Politik Indonesia (LKPI).

Anies menegaskan, semua yang masuk dalam tim ini adalah nama-nama yang profesional di bidangnya. Dia sekaligus menepis anggapan TGUPP diisi mantan tim suksesnya. Salah satu yang jadi sorotan adalah kehadiran Bambang Widjojanto. Anies menjelaskan bahwa BW bukan tim kemenangan atau tim sukses saat kampanye.

"BW ini hanya ketua dewan pakar bukan tim kampanye tapi ketua dewan pakar," tegas Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/1). [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini