Ratna Sarumpaet ngaku tak tahu dugaan makar Sri Bintang di Kalijodo

Kamis, 22 Desember 2016 12:13 Reporter : Ronald
Ratna Sarumpaet ngaku tak tahu dugaan makar Sri Bintang di Kalijodo Ratna Sarumpaet. ©2016 merdeka.com/budy susanto

Merdeka.com - Ratna Sarumpaet memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, sekitar pukul 11.00 WIB sebagai saksi terhadap tersangka makar Sri Bintang Pamungkas. Ratna mengakui mengenal dengan dosen Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Namun, bila dikaitkan dengan makar dirinya tidak mengetahui. "Kalau dikait-kaitkan dengan makar aku sendiri enggak ngerti yang dimaksud dengan makar tuh apa. Jadi lihat nanti saja. Tetapi kalau ditanya kenal Sri Bintang apa enggak? Iyalah siapa yang enggak kenal Sri Bintang, dia tuh orang yang sangat populer di 98. Karena berani melawan Soeharto. Jadi sebenarnya urusan melawan itu jangan langsung dianggap makar," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/12).

Menurutnya, panggilan dirinya berkaitan dengan peristiwa pidato Sri Bintang di kolong Kalijodo. Dalam hal ini, dirinya menegaskan kalau tidak tahu sama sekali mengenai akan dugaan makar dalam pertemuan tersebut. Ratna hanya menghadiri mengenai tuntutan kepada Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Atas peristiwa di kolong jembatan Kalijodo tetapi disebut bulan November ya, sedangkan saya pernah datang ke Kalijodo untuk undang yang dilaksanakan kayak sidang rakyat karena saya telat saya enggak lama, terus dan kalau menurut saya konteksnya memang lebih ke Ahok. Jadi, pokoknya bagaimana keadilan untuk rakyat yang digusur. Jadi pas saya datang ya biasa lah, sesama aktivis kan kalau aku bikin acara mereka datang yang lain datang, kalau yang lain bikin acara kita datang, kan biasa itu," ucapnya.

Seperti diketahui, Sri Bintang diciduk atas dugaan melanggar pasal 107 junto 110 junto pasal 87 KUHP tentang makar. Ia diciduk bersamaan dengan tujuh orang lainnya dan telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus makar.

Tiga orang lainnya ikut diamankan polisi dalam penangkapan serentak yang salah satunya musisi Ahmad Dhani Prasetyo. Dhani jadi tersangka dijerat dengan pasal 207 (penghinaan terhadap penguasa) sedangkan JA dan RK dianggap melanggar Undang-undang ITE pasal 28. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini