Ratna Sarumpaet: Dua Bulan di Penjara Saya Sakit Parah

Kamis, 7 Maret 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Ratna Sarumpaet: Dua Bulan di Penjara Saya Sakit Parah Ratna Sarumpaet siap hadapi sidang eksepsi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Terdakwa Ratna Sarumpaet menjalani sidang lanjutan terkait kasus penyebaran berita bohong alias hoaks dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi, Rabu (6/3). Dalam sidang kemarin, banyak putusan-putusan serta kejadian yang di luar dugaan.

Sidang lanjutan akan digelar pekan depan dengan agenda pembacaan tanggapan Jaksa atas eksepsi alias replik. Berikut beberapa hasil sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan:

1 dari 4 halaman

Permohonan Penangguhan Penahanan Ratna Ditolak

Sidang Ratna Sarumpaet. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Usai tim kuasa hukum Ratna membacakan eksepsi, majelis hakim menyatakan belum dapat mengabulkan permohonan penangguhan penahanan. "Majelis hakim sampai saat ini belum dapat mengabulkan tersebut," tutur Ketua Majelis Hakim Joni.

Menurut hakim, pihaknya belum menemukan adanya alasan yang mendesak untuk mengabulkan penangguhan penahanan Ratna. "Karena menurut majelis belum ada alasan yang urgent untuk penangguhan penahanan dan di persidangan terdakwa dinyatakan sehat," jelas dia.

2 dari 4 halaman

Alasan Ratna Ajukan Penangguhan Penahanan

Sidang Ratna Sarumpaet. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Ratna Sarumpaet mengaku kecewa majelis hakim tak mengabulkan penangguhan penahanan terhadap dirinya. Padahal, ia mengaku sudah tua dan kerap sakit sehingga mengajukan penangguhan penahanan.

"Saya kan sudah ada umur. Saya merasa perlu (jadi tahanan kota). Dua bulan pertama (ditahan) saya sakit. Sakit yang parah," kata Ratna.

Ratna mengaku jengkel hakim tak memberinya penangguhan. Dia pun mengkritik, apakah penangguhan hanya untuk mereka yang terdiagnosa sakit parah baru dapat ditangguhkan.

"Ya masa saya mesti dalam keadaan parah baru ditangguhkan? Orang ditahan itu karena takut menghilangkan barang bukti, masa saya mau kabur, kabur ke mana orang semua dipegang. KTP di polisi, semua dipegang, jadi mau kabur ke mana?," ucap Ratna.

Meski demikian, Ratna mengaku pasrah dengan keputusan hakim. Dia berharap Tuhan dapat memberi nikmat sehat selama proses hukumnya. "Saya kan meminta lalu ditolak. Ya apa boleh buat mudah-mudahan Tuhan kasih kesehatan," harap Ratna.

3 dari 4 halaman

Tim Penasihat Anggap Ada Pasal yang Keliru

Sidang Ratna Sarumpaet. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Tim penasihat hukum Ratna Sarumpaet menyatakan pasal di dakwaan jaksa kepada kliennya keliru dan tak laik diteruskan hakim sebagai landasan persidangan.

Menurut Penasihat Hukum Terdakwa Ratna Sarumpaet, Desmihardi dakwaan Jaksa Penuntut Umum menggunakan Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana adalah tak tepat. Sebab, kliennya tak melakukan hal seperti yang disebut dalam pasal pidana tersebut, yakni keonaran.

"Pasal itu masuk dalam delik materil dan yang diperhatikan dalam hukum tersebut adalah akibat yang terjadi dari suatu perbuatan yakni keonaran. Keonaran itu tidak pernah terjadi, karena keonaran itu membutuhkan tindakan kepolisian. Sedangkan ini hanya cuitan dan aksi unjuk rasa bukan onar, maka menjadi sangat keliru," tutur Desmihardi saat sidang berlangsung, Rabu.

4 dari 4 halaman

Ratna Sarumpaet Tunjukkan Salam Dua Jari

Sidang Ratna Sarumpaet. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Saat akan berangkat ke pengadilan dari Rutan Polda Metro Jaya, Ratna menunjukkan salam dua jari nya pada sidang pertama, Ratna mengaku itu hak nya sebagai orang Islam.

"(Gestur 2 jari khas Prabowo?) Ini saya orang Islam ya, enggak apa-apa juga dong. (Dukung Prabowo?) Ada aja, heheheheh oke yaa," katanya.

Namun pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid mengatakan, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto telah dirugikan dengan apa yang telah dilakukan oleh terdakwa penyebaran hoaks, Ratna Sarumpaet. Hal ini dia katakan menanggapi pernyataan Ratna yang ingin penyebar hoaks kasusnya juga diproses hukum.

"Ya terserah, dia kan warga negara Indonesia punya hak hukum, silakan lakukan apa saja. Tapi yang jelas yang paling dirugikan dari Bu Ratna Sarumpaet adalah Pak Prabowo, Pak Amien Rais, Pak Fadli Zon dan kawan-kawan. Jadi jangan semakin dirugikan lagi dengan isu yang tidak pernah jadi agenda Pak Prabowo dan kawan-kawan," kata Hidayat.

[has]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini