PSBB Transisi di DKI Tak Bantu Turunkan Kasus Covid-19 Tanpa Adanya Ketegasan

Rabu, 15 Juli 2020 14:53 Reporter : Yunita Amalia
PSBB Transisi di DKI Tak Bantu Turunkan Kasus Covid-19 Tanpa Adanya Ketegasan Kemacetan Jakarta di tengah PSBB transisi. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Angka rata-rata kasus positif Corona atau positivity rate di DKI Jakarta melonjak drastis. Dari yang sebelumnya hanya 4-5 persen, kini menjadi 10,5 persen.

Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja memperpanjang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) 3-16 Juli. Faktanya, kasus baru infeksi Sars-Cov2 yang menyebabkan Covid-19 terus meningkat.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menilai bukan menyoal PSBB diperpanjang atau tidak. Melainkan, ketegasan petugas, kontrol serta edukasi kepada masyarakat.

"Jadi sebenarnya bukan kepada kebijakan PSBB ini diperpanjang atau bukan tidak diperpanjang sebenarnya. Kalau memang tidak ada kontrol, tidak ada pengawasan yang ketat, edukasinya lemah lebih sering urusin ekonomi, pasti (kasus) akan naik," kata Basri di Jakarta, Rabu (15/7).

Pun ia mendesak Anies Baswedan segera mengkaji kenaikan kasus baru yang terjadi pada masa transisi kemarin. "Yang harus dikajikan kenapa di masa transisi kemarin kenaikannya drastis sudah hampir empat hari," tegasnya.

"Kan bisa dilihat apakah pengawasannya kuat. Logikanya pasti kalau ekonomi dibuka, pasar dibuka, mal dibuka, kantor dilonggarkan terus minim penindakan, pengawasan pasti akan naik terus," sambungnya.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Pemprov DKI diketahui telah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini