Protes Keberadaan Pencari Suaka, Walkot Minta Lurah Beri Pemahaman ke Warga

Senin, 15 Juli 2019 13:49 Reporter : Merdeka
Protes Keberadaan Pencari Suaka, Walkot Minta Lurah Beri Pemahaman ke Warga Imigran pencari suaka. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Lokasi tempat tinggal sementara para pencari suaka di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, mendapat penolakan dari warga. Sebelum di relokasi, mereka bertahan di sepanjang trotoar Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen, meninjau tempat relokasi sementara para pencari suaka tersebut.

"Memang siang ini saya ke sini dalam rangka memantau kondisi para pengungsi yang ditempatkan di kantor eks Kodim Jakarta Barat," kata Zen, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (15/7).

Zen menambahkan, kaitannya dengan bahan pangan bagi para pencari suaka pihaknya mengaku siap untuk menyediakan hal tersebut.

"Prinsip kita siap dari dinas sosial, sudin sosial Jakarta Barat siap untuk membantu makan konsumsi dua kali sehari siang dan malam," tegasnya.

Pemberian makanan, kata Zen, diutamakan bagi para anak-anak, terutama para balita. Bukan hanya itu, kata Zen, pihaknya juga telah menyampaikan tim medis di sana.

"Dari relawan-relawan juga sudah ada, maupun makanan khusus bayi agar segera diberikan dan disesuaikan pemberian makanan tambahan. Kesehatan juga kita siapkan tim medis. Dan juga air bersih kita siapkan, MCK juga," papar Zen.

Zen tidak bisa memastikan sampai kapan para pencari suaka itu direlokasikan di bekas Kodim Jakarta Barat. Menurutnya, dirinya hanya menunggu instruksi dari atasannya.

"Nanti terkait masalah sampai kapannya kita menunggu instruksi dan pembicaraan dari pimpinan," katanya.

Zen juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menurunkan banner yang berisikan tulisan penolakan dari beberapa warga sekitar terhadap para pencari suaka di sana.

"Masih ada ya? Saya belum lihat. Nanti ya, Pak Lurah nanti turunkan spanduk," kata Zen.

Menurut Zen, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada jajaran di bawahnya supaya mengimbau warga yang menolak agar meredam penolakannya tersebut.

"Sudah, lurah, camat, RT-RW sudah kita imbau untuk benar-benar bisa memberikan pemahaman kepada warga untuk benar-benar bisa menerima ya saudara-saudara kita yang pada saat ini dalam kondisi kesulitan," ungkap Zen.

jakarta barat tinjau tempat relokasi pencari suaka

Zen juga mengimbau kepada para pihak yang melakukan penolakan supaya memiliki empati dan pengertiannya akan prinsip kemanusiaan.

"Memang kita sesama umat manusia harus saling bantu-membantu. Ini peluang kita untuk berbuat baik ya terhadap sesama," imbaunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kantor eks Kodim Jakarta Barat berada di dalam perumahan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat. Penempatan para pencari suaka mendapat penolakan dari warga. Mereka memasang banyak spanduk bertuliskan "Kami Warga Komplek Daan Mogot Baru Menolak Tempat Penampungan Imigran di Komplek Kami"

"Boss pengungsi imigran urusan pemerintah dan UNHCR bukan urusan komplek perumahan #TolakPengungsidiPerumahan." di spanduk lainnya.

Ketua RT 005, RW 17, Kelurahan Kalideres, Jantoni, mengatakan pemasangan spanduk bentuk aspirasi dari warga. Mereka menolak tempat eks gedung kodim dijadikan penampungan sementara.

"Ini semuanya warga yang menolak. Mereka berinisiatif membuat spanduk. Saya tidak ada berapa buah jumlah spanduk," ujar dia.

jakarta barat tinjau tempat relokasi pencari suaka

Jantoni sendiri mengaku tidak menolak keberadaan pengungsi. Cuma penempatan yang dirasa kurang pas.

"Masih banyak tempat yang bisa disediakan oleh pemprov DKI kenapa harus di tempat yang ramah lingkungan. Apalagi sebelah ada sekolahan," ucap dia.

Warga, kata Jantoni khawatir anak-anak sekolah terkena imbasnya. Apalagi keberadaannya di perumahan komplek yang begitu besar.

"Iya takutnya mereka (imigran) kenapa-napa gitu," ucap dia.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencari Suaka
  3. Imigran
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini