Prijanto kecewa pengunduran diri ditolak

Selasa, 6 Maret 2012 22:26 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Prijanto kecewa pengunduran diri ditolak

Merdeka.com - Hasil keputusan rapat paripurna menanggapi surat keputusan pengunduran diri Wakil Gubernur DKI, Prijanto akhirnya ditolak. Namun Prijanto menjelaskan, rapat paripurna yang dilaksanakan hari ini dan 25 Januari lalu tidak sah.

Dalam penjelasannya, saat menggelar jumpa pers di Balaikota menanggapi hasil keputusan rapat paripurna hari ini, Prijanto ingin agar berkaca pada rapat paripurna yang dilaksanakan pada 25 Januari lalu.

"Pada waktu itu (25/1) sebetulnya rapat paripurna tidak kuorum, karena tidak dihadiri Fraksi Demokrat," ujar Prijanto kepada wartawan, saat menggelar jumpa pers di Balaikota, Selasa (6/3).

Padahal menurut Prijanto, rapat paripurna tersebut berdasarkan pada surat dari Dirjen OTDA (Otonomi Daerah) Kementerian Dalam Negeri.

"Di dalam surat Dirjen OTDA itu sendiri secara garis besar terdiri dari tiga poin. Pertama disebutkan, adanya rapat gabungan pimpinan tertutup mendengarkan penjelasan wakil gubernur," kata Prijanto

Sedangkan yang kedua, lanjut Prijanto, rapat gabungan pimpinan tertutup mendengarkan penjelasan gubernur. Serta yang ketiga, rapat paripurna mendengarkan pandangan fraksi-fraksi.

Namun disitu terang Prijanto, dirinya tidak diberikan ruang untuk menyampaikan alasan dirinya mundur

"Sehingga pada waktu itu saya bicara bagaimana mungkin saya belum menjelaskan apa-apa, tapi fraksi sudah bisa memberikan tanggapan, itu tidak mungkin," tandas Prijanto

Dalam kesempatan yang sama, Prijanto juga ingin mengklarifikasi kaitannya pada 25 Januari lalu, bahwa banyak diberitakan di media seolah-olah waktu itu, dirinyalah yang memaksa kehendak untuk bicara.

"Saya tekankan tidak, pada waktu itu justru saya hanya menjelaskan ke depan agar rapat paripurna berikutnya hendaknya mengacu pada prosedur dan mekanisme yang ada di DPRD Kabupaten Garut. Supaya Indonesia ini benar-benar maju dibidang demokrasinya," kata Prijanto

Selain itu, Prijanto menerangkan, mengenai subtansi yang ingin ia sampaikan adalah agar rapat paripurna sebaiknya mengikut prosedur dan mekanisme yang ada di DPRD Kabupaten Garut, dimana seseorang yang mundur mendapat ruang untuk menjelaskan sehingga fraksi-fraksi bisa memberikan tanggapan.

"Jadi saya ingin menyampaikan, rapat paripurna sore ini dan 25 Januari lalu tidak kuorum dan tidak sah," tegas Prijanto

Sebelumnya pada rapat paripurna mengenai pengunduran dirinya, Prijanto tidak diizinkan memberi alasan di depan dewan. Prijanto divoting oleh fraksi-fraksi DPRD DKI dan hasilnya dewan menolak surat pengunduran dirinya.

Setelah itu, menurut Prijanto, sebelumnya dirinya telah mengirim surat dan juga telah menghadap ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dimana Mendagri menjelaskan, agar rapat paripurna di Jakarta harusnya sama dengan yang ada di DPRD Kabupaten Garut.

"Di situ Mendagri didampingi seorang direktur dari Dirjen OTDA. Dan di situ Mendagri berkata kepada saya, agar rapat paripurna di Jakarta ini harusnya sama dengan yang ada di DPRD Kabupaten Garut,

Sehingga menurut Prijanto, Dirjen OTDA berkirim surat kepada ketua DPRD yang telah dibacakan di rapat paripurna, dimana Dirjen OTDA dari keterangan Prijanto, bermain dengan kata-kata.

"Kalau anda dengar, disitu ada kata-kata 'sedapat mungkin', itu kan aneh dan itu menunjukkan surat seorang Dirjen yang 'abu-abu'. Kenyataannya, terjadilah rapat peripurna yang tadi, dimana sebelumnya apakah saya dapat diberi ruang untuk penjelasan pengunduran diri saya yang diambil secara voting," sahut Prijanto

Cuma disini nanti akan jadi suatu catatan sejarah, baik instistusi DPRD Jakarta maupun secara nasional, bagaiamana mungkin presidennya satu dan Mendagrinya satu tetapi tatkala pengunduran seorang kepala daerah tidak sama dan ini catatan sejarah

"Padahal saya katakan, di dalam naskah yang akan saya sampaikan kepada fraksi cukup jelas, bahwa kepentingan saya bicara di forum itu bukan kepentingan saya, tapi itu kepentingan hukum tata negara sehingga ada dokumennya," tutup Prijanto. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pilgub DKI
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini