Hot Issue

Posisi Anies Dilematis

Sabtu, 12 September 2020 08:01 Reporter : Fikri Faqih
Posisi Anies Dilematis Humas Wali Kota Jakarta Selatan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir memastikan, pemerintah pusat mendukung pemerintah daerah untuk menerapkan PSBB. Sebab yang mengetahui kondisi daerah secara detail adalah Pemda.

"Seperti yang sudah disampaikan tadi sudah disampaikan bahwa kesehatan yang jadi utama, ekonomi mengiringi. Kalau PSBB dijalankan itu pemerintah pusat mendukung pemerintah daerah. Karena pemda kan yang tahu secara detailnya," kata Erick di Polda Metro Jaya, Kamis (10/9).

Setiap keputusan bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi, berdampak positif. Di sisi lain, ada risiko yang timbul. Keputusan Anies memperketat PSBB mendapat berbagai reaksi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau amblas ke level psikologis 4.000 pada pembukaan perdagangan Kamis (10/9) akibat pengumuman kembali diberlakukannya PSBB Anies.

"Berdasarkan indeks, sampai dengan kemarin karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian akibat daripada announcement Gubernur DKI tadi malam. Sehingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000," katanya dalam Rakornas KADIN Indonesia, Kamis (10/9).

Pemerintah punya tugas menjaga kepercayaan investor dengan diberlakukannya kembali PSBB Jakarta.

"Kita juga harus melihat bahwa gas dan rem ini, kalau digas atau direm mendadak itu, tentu kita harus menjaga kepercayaan dan confident daripada publik. Karena ekonomi ini tidak semuanya faktor fundamental, tetapi juga ada faktor sentimen. Terutama untuk di sektor capital market," imbuhnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengingatkan Gubernur Anies Baswedan agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik di tengah pandemi Covid-19. Terutama, mengenai kebijakan yang berimplikasi pada perekonomian.

"Hati-hati membuat statement yang bisa membuat IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) anjlok," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9).

[fik]

Baca Selanjutnya: Maju Kena Mundur Kena...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini