Polisi tegaskan geng motor bikin onar bisa dijerat hukuman mati

Selasa, 30 Mei 2017 15:59 Reporter : Nur Habibie
Polisi tegaskan geng motor bikin onar bisa dijerat hukuman mati ilustrasi geng motor. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Semakin maraknya geng motor yang berkeliaran di jalan sehingga membuat resah warga hingga memakan korban. Polda Metro Jaya langsung mengerahkan pasukannya yang berada di jajaran Polres dan Polsek untuk menangkap para pelaku tindak kejahatan tersebut.

"Kepolisian tidak tinggal diam, karena geng motor ini meresahkan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan keagamaan atau dalam menyiapkan kegiatan sahur atau sebagainya, sehingga masyarakat merasa tidak nyaman dan terancam. Makanya tiap Polres melakukan patroli skala besar. Minimal 100 orang anggota ini melakukan patroli di wilayahnya masing-masing," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/5).

Argo melanjutkan, polisi juga telah menangkap kawanan geng motor dan menyita senjata tajam seperti parang di wilayah Jakarta Utara.

"Memang sebelumnya sudah yang kita tangkap di Jakut ada 4 tersangka bawa sajam, dan juga dia melawan saat anggota kita ini sedang melakukan kegiatan dia malah ramai-ramai mau bacok polisi dengan parang-parangnya dan pedang. Dengan SOP yang ada polisi melakukan tindakan tegas," ujarnya.

Selain itu, polisi juga menangkap di beberapa wilayah yang memang menjadi incaran geng motor untuk melakukan aksinya.

"Di Bekasi Kota ada 11 tersangka yang sudah kita amankan, semuanya menggunakan sajam, sajamnya bermacam-macam, ada pedang, celurit. Ada juga di Jaktim geng motor yang melakukan kegiatan meresahkan masyarakat, di Depok ada, di Jaksel," ucapnya.

Menurut Argo, geng motor ini dilakukan oleh remaja tanggung yang berawal hanya kumpul biasa namun membawa senjata tajam untuk membuat kerusuhan di jalan.

"Rata-rata dilakukan oleh remaja, awalnya kumpul 2, 3 orang kemudian sampai banyak 15 orangan dengan menggunakan membawa semacam sajam kayak pedang. Nanti kelompok ini menunjuk siapa jadi ketua dari geng ini," katanya.

"Nanti dia dengan membawa kendaraan sajam itu digoreskan aspal, nanti ketemu orang duduk- duduk ngopi, terus langsung turun dan menyabet. Dari pengakuan inilah, siapa yang jadi pemberani jadi ketua kelompok itu yang berani bacok sampai korbannya meninggal itu," sambung Argo.

Argo berharap geng motor tidak lagi melakukan tindak kriminal yang membuat resah warga hingga memakan korban karena nanti bisa dikenakan pasal hukuman mati.

"Kita berharap kepada geng-geng motor ini, tidak melakukan kegiatannya, apalagi melukai orang, kalau nanti sampai orang itu meninggal, kalau ada perencanaan akan kita kenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana atau 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman bisa hukuman mati, bisa juga UU lain menjeratnya," pungkasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Geng Motor
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini