Polisi Minta Donatur Penyewa 27 Preman untuk Kuasai Tanah di Jl Bungur Serahkan Diri

Kamis, 11 Maret 2021 14:25 Reporter : Merdeka
Polisi Minta Donatur Penyewa 27 Preman untuk Kuasai Tanah di Jl Bungur Serahkan Diri Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat mengaku mengantongi indentitas penyandang dana bagi pengacara berinisial AD. Sosoknya kini sedang diburu. Pengacara berinisial AD menyewa 27 preman untuk menduduki sebuah lahan di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat. Dari 27 orang preman, delapan di antaranya sudah dijebloskan ke bui.

Penyidik menginterogasi delapan orang preman termasuk pengacara berinisial AD. Ternyata, mereka ternyata dibiayai oleh seseorang berinisial AL.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto tak menjelaskan secara gamblang latar belakang pria berinisial AL. Menurut dia, yang bersangkutan mengaku-ngaku sebagai pemilik tanah.

"Kami sudah mendapatkan identitas siapa pendana preman-preman tersebut," kata Setyo dalam keterangannya, Kamis (11/3).

Setyo meminta, orang yang mendanai preman segera menyerahkan diri. Apabila tak mengindahkan akan segera dilakukan penangkapan. "Saya ulangi segera menyerahkan diri. kalau tidak, kami akan melakukan penangkapan. Itu pesan dari kami," ucap dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin menjelaskan, penyidik menduga ada orang yang membiayai, dan menggerakkan para preman untuk berulah. Selain, Burhanuddin menyebut, oknum pengacara berinisial AD.

"Jadi mereka membayar untuk per hari per kelompok. Jadi satu hari mereka menggelontorkan dana 1,5 juta untuk operasional dari orang-orang tersebut per kelompok," ucap dia.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Jakpus menahan sembilan orang atas tuduhan menduduki lahan tanpa izin. Mereka adalah HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, LR, dan AD. Salah seorangnya diantaranya yakni AD berprofesi sebagai penasihat hukum.

Sementara sisanya adalah preman yang dibayar Rp 150 ribu per-orang setiap harinya oleh penasihat hukum inisial AD untuk menguasai lahan. Dalam menjalankan aksinya, sekelompok preman membawa surat kuasa dari orang yang mengaku sebagai pemilik lahan. Mereka menyambangi ke lokasi dan mengintimidasi penghuni lahan.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mafia Tanah
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini