PNS DKI pria dapat cuti 5 hari saat istri melahirkan

Selasa, 13 Maret 2018 17:41 Reporter : Syifa Hanifah
PNS DKI Jakarta. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah melalui Peraturan Kepala (Perka) badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah mengatur secara rinci mengenai tata cara pemberian cuti berdasarkan jenis cuti. Di antaranya adalah cuti alasan penting (CAP).

Dalam lampiran Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017 poin IIE Nomor 3 disebutkan, PNS laki-laki yang istrinya melahirkan/operasi sesar dapat diberikan cuti karena alasan penting. Cuti itu dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

Terkait hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan cuti untuk laki-laki yang mendampingi istrinya melahirkan. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Syamsudin Lologau mengatakan khusus PNS laki-laki mendapatkan cuti lima hari.

"Sudah ada (cuti untuk PNS laki-laki). Sejak Pak Anies Pak Gubernur kita dari Pak Gubernur sudah. Artinya tetapi kalau Pak Gubernur itu lima hari itu sudah luar biasa. Jadi kita enggak usah satu bulan. Tetapi kalau umpamanya itu bisa melebihi dari pada itu, tetapi rata-rata mintanya lima hari. ya langsung cuti saja usulin ke atasannya lalu ke BKD," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/3).

Dia menjelaskan, cuti untuk PNS laki-laki diakui Anies Baswedan hal yang penting. Karena kata dia, suami menemani istri yang melahirkan adalah sebagai support.

"Bisa dibayangkan bagaimana penderitaan seorang ibu kalau melahirkan. Kalau ada yang mendampingi suaminya maka beban ketakutannya itu berkurang dari suami harus mendampingi istri," kata dia.

Sebelumnya Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menjelaskan, kebijakan pemberian cuti bagi PNS laki-laki untuk mendampingi istrinya melahirkan itu merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah pada pengarusutamaan gender dengan memberikan kesempatan sama kepada PNS laki-laki dan wanita dalam mengurus keluarga.

"Dalam Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan CAP bagi PNS laki-laki yang mendampingi istri bersalin tersebut tidak memotong cuti tahunan dan selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS," ujar Moh. Ridwan seperti dikutip setkab.go.id

Penghasilan sebagaimana dimaksud terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan sampai dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS.

Diakui Kepala Biro Humas BKN itu, bahwa secara umum pemberian cuti melahirkan bagi pekerja laki-laki di Indonesia belum diatur dalam aturan khusus, dan jikapun terdapat perusahaan swasta yang memberlakukan kebijakan tersebut, jangka waktu cuti yang diberikan beragam.

"Sebagai contoh, dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 93 Ayat (4) huruf e diatur bahwa pekerja laki-laki di Indonesia memperoleh hak cuti mendampingi istri melahirkan hanya selama 2 (dua) hari," ungkap Ridwan.

Sementara itu kebijakan cuti melahirkan bagi PNS laki-laki melalui CAP yang diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan bahwa lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti paling lama 1 (satu) bulan. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. PNS DKI Jakarta
  2. Anies Baswedan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini