Pluit kebanjiran, kendaraan militer mondar-mandir bak perang

Senin, 21 Januari 2013 21:02 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu
Pluit kebanjiran, kendaraan militer mondar-mandir bak perang mobil amfibi. pramirvan ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Banjir akibat luapan waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara membuat sebagian pemukiman warga masih terendam banjir. Situasi di tengah mewahnya gedung pencakar langit pusat perbelanjaan itu tergambar musibah 'air bah' bagai kondisi perang.

Di Perempatan Mall Emporium Pluit Selatan kondisi situasi bak berkecamuk perang, dari tenda pengungsian hingga mondar-mandir kendaraan militer yang jarang dijumpai masyarakat sebelumnya. Truk besar sampai tank amfibi diturunkan guna mengantisipasi korban banjir.

"Yah dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU menurunkan 2 truk perkasa dan 1 truk reo satu yang tinggi. Dari Marinir bawa 2 tank Amfibi sama truk perkasa 3 unit," kata salah satu pasukan TNI yang enggan disebutkan namanya kepada Merdeka.com di lokasi banjir, Jakarta, Senin (21/1).

Karena akses jalan yang terendam banjir puluhan angkutan umum pun enggan beroperasi seperti biasanya. Jika ada yang beroperasi, tarif yang dikenakan pun melangit. Untuk itu dikerahkan pasukan militer guna mengevakuasi warga dengan kendaraan tempurnya.

"Saya sih mending numpang sama bantuan saja, soalnya transportasi di sini mahal semua, kalau naik perahu warga bisa sampai Rp 150 ribu, naik angkot biasanya Rp 3.000 ribu sekarang bisa jadi Rp 10.000, mending kita naik yang gratisan sajalah," kata Wijaya (28) warga Jembatan 3, Penjaringan yang bekerja sebagai karyawan di Mal Emporium, Pluit.

Pantauan merdeka.com di perempatan Mal Emporium masih terlihat ramai, arus lalu lintas masih tersendat dari arah Pluit Raya menuju Grogol. Air masih merendam hingga 30 centimeter di jalan raya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Banjir Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini