PKS DKI Soal Pemilihan Wagub Molor Lagi: Ini Proses Politik, Ada Komunikasi & Lobi

Selasa, 23 Juli 2019 12:54 Reporter : Merdeka
PKS DKI Soal Pemilihan Wagub Molor Lagi: Ini Proses Politik, Ada Komunikasi & Lobi Gedung Balai Kota DKI Jakarta. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Suhaimi, tidak merasa dipermainkan dengan proses pemilihan wakil gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno yang terus diundur-undur. Dia menyebut hal tersebut merupakan bentuk dari proses politik dalam pemilihan wagub.

"Iya ini proses politik, pasti ada komunikasi, ada lobi. Semua upaya kita lakukan. Jadi kita berharap dalam waktu dekat mudah-mudahanlah ada wagub Pak Syaikhu atau Pak Agung," kata Suhaimi di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/7).

Dia hanya mengharapkan proses pemilihan wagub ini dapat diselesaikan dengan cepat. Tugas wagub, kata Suhaimi, sangat berikatan dengan tugas gubernur.

"Kita berharap teman-teman di seluruh fraksi semangat menjalankan seluruh proses semuanya. Supaya ini jadi hadiahlah dari DPRD periode ini untuk masyarakat," papar dia.

Sebelumnya, Rapat paripurna pemilihan wagub DKI Jakarta awalnya dijadwalkan pada 22 Juli 2019. Akan tetapi, Rapimgab sudah tertunda sebanyak tiga kali.

Ketua Pansus Pemilihan Wagub DKI Jakarta, Ongen Sangaji menyebut molornya Rapimgab dikarena sekretaris dewan (Sekwan) DPRD DKI kurang aktif dalam mengatur jadwal. Mengingat sekwan bertugas memfasilitasi kegiatan rapat Pansus dan anggota dewan lainnya.

Dia menyebut anggota dewan juga memiliki sejumlah agenda rapat lainnya selain rapat Pansus.

"Sekwan sebagai sekretaris pansus dan sekretaris dewan itu punya tugas memfasilitasi. Jadi jangan menunggu, dia harus lakukan komunikasi," kata Ongen saat dihubungi, Selasa (23/7/2019).

Menurut dia, Pansus telah menyelesaikan tata tertib (tatib) pemilihan wagub DKI pada 10 Juli 2019. Sehingga tinggal menunggu jadwal Rapimgab dari sekwan.

Sedangkan, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI Jakarta, Yuliadi angkat bicara mengenai molornya penyelanggaraan Rapimgab untuk persetujuan akhir tata tertib (tatib) pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta.

Dia menyebut, gagalnya Rapimgab pemilihan Wagub DKI dikarenakan pimpinan DPRD DKI dan pimpinan pansus masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

"Pimpinannya juga masih banyak acara, masih sibuk masing-masing," kata Yuliadi saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Yuliadi menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi sarana dan keperluan dalam kegiatan anggota DPRD saja. Termasuk perintah Pansus Wagub DKI dalam pembuatan undangan Rapimgab.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Bursa Cawagub DKI
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini