Petugas PPSU Tendang dan Tabrak Pacar Pakai Motor di Kemang, Ini Penyebabnya

Selasa, 9 Agustus 2022 17:32 Reporter : Lydia Fransisca
Petugas PPSU Tendang dan Tabrak Pacar Pakai Motor di Kemang, Ini Penyebabnya Ilustrasi garis polisi. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Beradar video seorang Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menganiaya petugas PPSU lain di Jalan Kemang Dalam VI, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (8/8) siang. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @merekamjakarta.

Dalam video tersebut, nampak seorang pria berselisih dengan wanita. Pria itu menendang, menjambak bahkan menabrak perempuan dengan sepeda motor.

Adapun diketahui pria tersebut berinisial Z dan berstatus PPSU di Rawa Barat sedangkan korban berinisial E PPSU di Kelurahan Bangka.

Lurah Bangka Firdaus Aulawy membenarkan peristiwa tersebut. Firdaus juga mengatakan bahwa Z berpacaran dengan E.

"Pelaku di video itu laki-laki berstatus PPSU Rawa Barat. Yang perempuan pacarnya, dia berstatus PPSU Kelurahan Bangka. Kejadiannya kemarin pukul 12.30 WIB, ketika istirahat," kata Firdaus.

2 dari 3 halaman

Pelaku Cemburu dengan Korban

Berdasarkan keterangan Firdaus, E mengatakan bahwa kejadian ini dilatarbelakangi cemburu. E juga mengaku dalam keadaan baik secara fisik maupun mental. Selain itu, dia menyatakan kejadian ini merupakan hal biasa dan sudah beberapa kali terjadi.

"Karena cemburu kejadiannya. Kondisinya dia (E), menurut dia sendiri dalam keadaan baik-baik saja, secara fisik maupun mental. Menurut dia, ini hal yang biasa terjadi, udah beberapa kali terjadi. Mungkin entah gimana, tapi enggak ada niat mengadukan pacarnya ini,” kata Firdaus.

Meskipun demikian, Firdaus menyarankan E untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, E menolak sarapan Lurah Bangka tersebut.

"Kami lihat sih enggak ada yang sakit, enggak ada yang apa tapi enggak tahu ya kalau di bagian dalam karena yang bersangkutan tidak berkenan dilanjutkan. Tidak dijadikan sebagai aduan,” jelas Firdaus.

Lebih lanjut, Firdaus menjelaskan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kelurahan Rawa Barat atau pihak kepolisian.

"Yang jelas terkait ini tergantung dari korban nih. Karena pelakunya bukan PPSU Kelurahan Bangka, kami akan berkoordinasi dengan Kelurahan Rawa Barat atau ya mungkin kepada kepolisian lah. Jadi, kami memang tidak memanggil pelaku karena bukan anggota kami,” kata Firdaus.


3 dari 3 halaman

Pemprov DKI Pecat Petugas PPSU Aniaya Pacar

Pemprov DKI Jakarta memecat seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang melakukan tindakan penganiayaan terhadap kekasihnya yang juga petugas PPSU.

"Tindakan yang diberikan dari pemerintah provinsi tentu adalah pemecatan," kata Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (9/8).

Riza meminta agar dinas terkait agar memberikan pendampingan kepada korban baik menyangkut kesehatan dan psikologis.

Menurut Riza, tindakan kekerasan itu tidak bisa ditoleransi sehingga Pemprov DKI memutuskan untuk memecat Zulfikar, petugas PPSU yang bertugas di Kelurahan Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sedangkan wanita yang dianiaya tersebut berinisial E, yang merupakan petugas PPSU Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Kasus penganiayaan tersebut diketahui terjadi di Jalan Kemang Dalam VI, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Seorang warga kemudian merekam kejadian itu dan mengunggah di media sosial sehingga menjadi viral.

Selama beberapa pekan terakhir, PPSU di Jakarta terlibat aksi kriminal.

Sebelumnya, seorang PPSU di Kepulauan Seribu diduga terlibat kasus pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur yang dilakukan di dalam kapal yang sedang sandar di Muara Angke, Jakarta Utara.

Saat itu, petugas tersebut sudah dipecat dan berurusan dengan kepolisian.

Untuk itu, Pemprov DKI akan memperketat proses rekrutmen termasuk penerimaan PPSU.

"Kami akan lakukan evaluasi, monitoring, pengawasan lebih ketat, kami akan libatkan pihak yang lebih profesional yang lebih kompeten dalam rekrutmen," imbuh Riza.

Baca juga:
Jadi Tersangka, Lawan Duel Santri Dapat Pendampingan Psikologis
Buntut Perkelahian Maut Santri, Pengasuh Ponpes Daar El Qolam Diperiksa Polisi
Santri di Tangerang Tewas Setelah Berkelahi, Lawan Duel Terancam 15 Tahun Penjara
Perselingkuhan di Masa Lalu Picu Cekcok, Wanita Kampar Tewas Dianiaya Suami
Santri Meninggal Berkelahi, Ponpes Daar El Qolam Dapat Laporan usai Korban Tak Sadar
20 Bintara Junior Polres Bungo Dianiaya Senior, Propam Polda Jambi Turun Tangan
VIDEO: Ugal-ugalan Rombongan Pesilat Keroyok Ojol di Jombang, Berakhir Dipenjara!

[gil]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini