Persiapan Pemprov DKI Jakarta Antisipasi Potensi Banjir Tahun Ini

Selasa, 5 November 2019 08:04 Reporter : Merdeka
Persiapan Pemprov DKI Jakarta Antisipasi Potensi Banjir Tahun Ini Banjir Jakarta. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sejumlah wilayah Jakarta telah diguyur hujan sejak akhir Oktober hingga awal November 2019. Ada pula sebagian wilayah di DKI yang baru turun hujan awal Desember nanti.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko menyatakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta telah memasuki musim hujan di akhir Oktober atau awal November seperti di wilayah Jakarta Selatan.

"Sedangkan untuk wilayah Jakarta bagian utara di antara November-Desember," kata Hary saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin (4/11).

Untuk saat ini, Hary menyebut masa transisi atau pancaroba. Sebab secara bertahap mulai awal November sudah ada potensi pembentukan dan pertumbuhan awan hujan. Akan tetapi proses tersebut belum rutin dan merata. Penyebabnya oleh kondisi lokal atau disebut hujan sporadis.

"Potensi hujannya dapat dimungkinkan terkadang lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat," ucapnya.

Hary menyatakan prakiraan curah hujan dasarian I dan II November 2019 dalam kategori rendah. Sedangkan pada dasarian III November dan I Desember curah hujan mulai meningkat.

"Bahkan daerah yang diprakirakan kategori menengah semakin meluas dan curah hujan kategori rendah mulai berkurang," ujar Harry.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Ridwan menyatakan pihaknya telah menyiapkan cara dalam mengantisipasi adanya banjir pada musim hujan tahun ini.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya berkoordinasi dengan kelurahan untuk kebersihan saluran air dan drainase.

Kemudian, melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air guna memastikan keberfungsian pompa mobile dan pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi.

"Berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan kesiapan melakukan pengangkatan sampah-sampah yang berada kali dan di pintu-pintu air," ucap Ridwan.

Lalu, dilakukannya pengecekan keberfungsian alat sistem peringatan dini seperti Disaster Warning System (DWS) yang berada di bantaran Kali Ciliwung dan Automatic Weather Sensor (AWS).

Ridwan juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan kesiapan logistik dan tenda-tenda pengungsian serta dapur umum. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk memastikan kesiapan perahu-perahu karet untuk evakuasi saat banjir tiba.

"Memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bencana banjir dan pencegahannya," tandasnya.

Reporter: Ika Defianti [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini