Pernikahan dini di Bengkulu mengkhawatirkan

Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi | Jumat, 25 Januari 2013 04:11
Pernikahan dini di Bengkulu mengkhawatirkan
remaja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu mengkhawatirkan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan reproduksi remaja. Minimnya penyuluhan soal informasi kesehatan reproduksi, akan berdampak pada perilaku seks bebas dan pernikahan usia muda.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Widati mengatakan, dari hasil survei RPJM tahun 2011 menunjukkan ada 3,1 persen remaja Bengkulu melakukan hubungan seks sebelum menikah dengan pacarnya, 5,1 persen dilakukan remaja laki-laki dan dan satu persennya dilakukan remaja wanita.

"Angka ini cukup tinggi, selain itu ada enam persen remaja putri yang setuju terhadap hubungan seks sebelum nikah, dan delapan persen remaja lelaki yang menjawab hal yang sama," kata Widati di Bengkulu, Kamis (24/1). Demikian dilansi Antara.

Lebih lanjut Widati mengatakan, dari hasil survei tersebut juga didapatkan bahwa 2,3 persen remaja di Bengkulu telah melakukan hubungan seks sebelum menikah yang bukan dengan pacarnya. Tertinggi dilakukan remaja pria 3,7 persen. Ditambahkan Widati, perilaku penyimpangan seks bebas ini tidak lepas dari persoalan penduduk yang tidak memberikan perubahan sosial secara positif.

"Lingkungan sekitar, seperti keluarga, itu juga bisa jadi faktor," terangnya.

Dikatakan Widata, dari hasil Sensus Penduduk (SP) tahun 2010 menyebutkan remaja usia 10-14 tahun yang telah menikah sebesar 0,10 persen. Sedangkan yang cerai sebesar 0,011 persen, sedang kelompok umur 15-19 tahun telah menikah sebesar 7,45 persen dan cerai 0,34 persen.

"Angka pernikahan usia dini di daerah itu cukup mengkhawatirkan, karena dapat menyebabkan timbulnya beberapa aspek sosial, ekonomi dan pendidikan," ungkap Widati.

[cob]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE