Peringati Hari Kartini, Anies Puji Ketangguhan Nakes Perempuan Tangani Covid-19

Rabu, 21 April 2021 14:35 Reporter : Merdeka
Peringati Hari Kartini, Anies Puji Ketangguhan Nakes Perempuan Tangani Covid-19 Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang telah berjuang menanggulangi pandemi Covid-19 dalam memperingati Hari Kartini tahun 2021. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan 'Internalisasi Budaya Kerja melalui Harmonisasi Angklung Motivasi'.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, bersyukur memiliki srikandi tangguh dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelayan masyarakat di masa pandemi Covid-19. Menurut Anies, sosok perempuan sangat penting untuk membuat Jakarta berperan aktif dan melakukan respons cepat saat menerima panggilan kemanusiaan dari warga.

"Rasa syukur kita ucapkan kepada para nakes yang telah berjuang aktif dalam menangani pandemi. Saat ini, dengan bermain angklung memang sebuah rehat untuk mereka, sekaligus bentuk apresiasi kita dalam merayakan Hari Kartini, di mana peran kaum perempuan, hari ini amat besar. Di Jakarta, dalam penanganan Covid-19, seluruh posisi penting bagian pelayanan medis kebanyakan perempuan, banyak tokoh-tokoh, justru perempuan-perempuan yang jadi garda terdepan," ujar Anies, Rabu (21/4).

Dalam kegiatan bersama nakes tersebut, Anies menilai permainan angklung menggambarkan berbagai unsur positif seperti integritas, kolaborasi, akuntabel, inovasi, serta berkeadilan.

"Artinya kerja dalam menghadapi pandemi ini, tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Tapi harus kerja kolaborasi. Dan permainan angklung adalah simulasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan pentingnya kolaborasi. Jakarta sudah mendeklarasikan sebagai kota kolaborasi, dan ini sebagai salah satu cara untuk internalisasi nilai-nilai kepada seluruh jajaran kita," ujar Anies.

Anies lantas menggambarkan sosok R. A. Kartini yang memiliki pengaruh kuat dalam menuliskan gagasan tentang emansipasi perempuan dan terus hidup hingga saat ini.

"Yang ditinggalkan oleh Ibu Kartini adalah kata-kata yang berisi ide dan gagasan. Ide dan gagasan yang mewujud dalam membentuk karya. Di Jakarta ini ada sebuah rumah sakit, namanya RS Budi Kemuliaan. Didirikan tahun 1917 oleh orang-orang yang membaca tulisan Ibu Kartini, yang kemudian dari gagasan yang tertulis itu mereka tergerak untuk membuat fasilitas layanan kesehatan. Pelajaran penting dari Ibu Kartini adalah kekuatan gagasan. Beliau hidupnya hanya 25 tahun, tapi gagasannya hidup sampai dengan hari ini," pungkas Anies.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini