Penjelasan Dinkes DKI Soal Jumlah Testing Tak Lagi Masif

Selasa, 2 Maret 2021 15:36 Reporter : Yunita Amalia
Penjelasan Dinkes DKI Soal Jumlah Testing Tak Lagi Masif Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, jumlah testing Polymerase Chain Reaction (PCR) oleh Pemprov DKI terhadap warga tidak terlalu tinggi. Hal ini disebabkan jumlah kontak erat dengan pasien konfirmasi positif Covid-19 terus menurun.

"Testing di kita saat ini kondisinya tidak meningkat sekali karena tergantung dari kasus positif. Kenapa? Karena sebagai yang kita tes yang kontak erat dengan kasus positif," kata Widyastuti di Balai Kota, Selasa (2/3).

Kendati jumlah testing menurun, Widya menegaskan Pemprov DKI tetap memenuhi standar yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) yaitu 1 : 1.000 penduduk per minggu. Sementara data di DKI hingga Senin (1/3) jumlah tes PCR selama satu minggu telah menyasar lebih dari 80 ribu warga.

"Testing tetap kita pertahankan, standar WHO tetap kita jalankan, jaga, jangan sampai turun di bawah standar WHO," ujar Widyastuti.

Selain itu, menurut dia, adanya peningkatan kesadaran masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Lanjut Widyastuti, hal tersebut merupakan salah satu kontribusi masyarakat dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Banyak faktor yang menyebabkan angka itu turun, pertama, tentunya upaya-upaya yang udah berjalan selama ini melalui penguatan 3M," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pihaknya telah mengendalikan pandemi Covid-19. Namun, dia mengakui bila angka kasus Covid-19 di Jakarta masih cukup tinggi.

"Setahun pandemi Alhamdulillah kita bisa mengendalikan dari pada pandemi di DKI Jakarta sekalipun angkanya masih cukup tinggi," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (1/3).

Pengendalian yang dimaksud yaitu tingkat kesembuhan di Ibu Kota mencapai 95,5 persen. Data hingga 1 Maret 2021, masyarakat Jakarta yang dinyatakan sembuh sebanyak 326.509 kasus.

Lalu untuk tingkat kematian sebesar 1,6 persen atau sebanyak 5.528 kasus. Selanjutnya, untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 288.428. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 82.856.

Data yang pernah dipublikasi Pemprov DKI, testing PCR sejak 25 Januari sampai 21 Februari mengalami penurunan.

Periode 25-31 Januari jumlah orang di tes PCR sebanyak 127.953 orang, jumlah kasus positif 20.079, jumlah orang dites PCR per 1 juta penduduk per minggu sebanyak 12.020, persentase kasus positif 15,70 persen.

Kemudian 1 - 7 Februari jumlah orang yang dites PCR 114.498 orang, jumlah kasus positif 23.637, jumlah tes per 1 juta penduduk per minggu 10.756, persentase kasus positif 20,60 persen.

Selanjutnya 8 - 14 Februari jumlah orang di tes PCR 102.554, jumlah kasus positif 20.463, jumlah tes PCR per 1 juta penduduk per minggu 9.634, persentase kasus positif 20 persen.

Lalu 15 - 21 Februari jumlah orang dites PCR 78.099, jumlah kasus positif 13.662, jumlah tes per PCR 1 juta penduduk per minggu 7.337, persentase kasus positif 17,4 persen. Hal ini juga berdampak terhadap jumlah tempat tidur isolasi.

Dinkes menyediakan tempat tidur untuk kamar isolasi sebanyak 8.321 unit dan telah terpakai untuk 5.461 pasien atau 66 persen. Sedangkan untuk tempat tidur pasien ICU telah terpakai 817 unit dari total yang disediakan 1.156 unit. Atau keterisian tempat tidur pasien ICU sebesar 71 persen.

Jumlah keterisian tersebut berlaku hingga 21 Februari. Dan belum ada pembaruan dari Pemprov DKI Jakarta.

Reporter: Ika Defianti [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini