Pengamen Ondel-ondel akan Ditertibkan, Wagub DKI Janjikan Tempat Lebih Baik

Rabu, 24 Maret 2021 16:02 Reporter : Merdeka
Pengamen Ondel-ondel akan Ditertibkan, Wagub DKI Janjikan Tempat Lebih Baik Pengamen Ondel-Ondel. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan penggunaan ondel-ondel untuk mengamen di jalan dikhawatirkan dapat mengganggu masyarakat.

"Karena kalau ondel-ondel dalam jumlah yang besar, ukurannya besar, kemudian berada di jalan-jalan, dikhawatirkan dapat mengganggu," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/3).

Menurut dia, ondel-ondel merupakan salah satu budaya Betawi yang perlu dilestarikan dengan cara yang lebih bijak.

Nantinya, kata Riza, Dinas Kebudayaan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI akan mengakomodir sekelompok orang yang ingin mengamen menggunakan ondel-ondel dengan cara yang lebih bijak.

"Nanti diberi tempat yang lebih baik bagi masyarakat yang ingin terus melestarikan, meningkatkan budaya Betawi khususnya ondel-ondel," papar dia.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melarang keberadaan pengamen beratribut ondel-ondel. Sebelum aturan pelarangan ditegakkan, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan lebih dulu melakukan sosialisasi mengenai aturan tersebut.

"Kita pertama menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan agar penggunaan dari pada ikon budaya Betawi itu sesuai dengan fungsinya untuk kita lestarikan dan meninggikan, bukan dengan cara untuk mengamen di jalan-jalan," ucap Arifin, Rabu (24/3).

Selama sosialisasi dilakukan, Arifin mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan untuk mencari solusi bagi para pengamen beratribut ondel-ondel, agar aktivitas mereka tidak lagi mengganggu ketertiban masyarakat.

Sebab, menurut Arifin, banyak laporan ke Satpol PP tentang keluhan terkait pengamen beratribut ondel-ondel. Keluhan itu dimulai dari bisingnya suara, serta sikap beberapa pengamen cenderung memaksa.

"Dan kita lihat juga yang mengamen ini banyak anak-anak usia sekolah. Mereka digunakan untuk mengamen di jalanan dan seringkali kita perhatikan kesannya seperti memaksa," ujar dia.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com [gil]

Baca juga:
Dinas Pendidikan DKI Siap Implementasi Muatan Lokal Baru di Tahun Ajaran 2021/2022
Sanggar Saung Dji'ih Lestarikan Adat dan Budaya Betawi Lewat Pencak Silat
Gerbang Betawi Siap Bermitra dengan Pemprov DKI Jakarta
Gubernur Anies: Masyarakat Betawi Mesti Jeli Baca Tren Perubahan pasca-Pandemi
Problem Ondel-ondel Pengemis dan Perda Pelestarian Kebudayaan Betawi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini