Pengamat Desak Dinas Kehutanan DKI Cek Kesehatan Pohon Ketimbang Menebang

Rabu, 6 November 2019 13:10 Reporter : Yunita Amalia
Pengamat Desak Dinas Kehutanan DKI Cek Kesehatan Pohon Ketimbang Menebang Penebangan pohon di dekat Stasiun Cikini. ©ANTARA/Livia Kristianti

Merdeka.com - Pengamat tata kota Nirwono Joga menganggap tidak ada keseriusan dari Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memantau kondisi pepohonan. Ia juga menyayangkan penebangan sejumlah pohon besar yang terjadi di Cikini dengan alasan peremajaan.

Ia memahami pentingnya keselamatan warga yang melintas di sekitar pohon besar yang tua, terlebih lagi saat musim penghujan. Namun, kata Nirwono, kesehatan pohon seharusnya menjadi prioritas dinas terkait sebelum melakukan penebangan.

"Harusnya pohon masih bisa diselamatkan atau dirawat kalau misalnya sakit, keropos, dan lain-lain," ujar Nirwono kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (6/11).

Ia kemudian mempertanyakan ada tidaknya aturan yang dimiliki oleh Pemprov mengenai acuan tata ruang pepohonan.

Menurut Nirwono, aturan mengenai tata ruang pepohonan penting dimiliki demi keseimbangan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Misalnya saja, kata dia, penanaman pohon besar seperti Angsana dibutuhkan di Jakarta mengingat kualitas daya serapnya menampung air. Lebih dari itu, keberlangsungan satwa yang erat dengan Angsana.

Ia juga mengingatkan agar Pemprov memperhatikan fungsi pepohonan yang akan ditanam ketimbang mengikuti tren pasar. Pernyataan itu menyikapi Dinas Kehutanan akan mengganti Angsana yang ditebang dengan pohon Tabebuya.

"Semakin banyak pohon-pohon besar semakin bagus untuk menahan angin, menyerap air untuk disimpan ke dalam tanah, sekaligus membantu mengurangi air yang terbuang," tukasnya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi sejumlah trotoar. Ukurannya diperlebar agar nyaman digunakan pejalan kaki.

Salah satu trotoar yang sedang dipercantik berada di kawasan Jl Cikini, Jakarta Pusat. Titik perbaikan kini sudah mendekati kawasan Pasar Cikini atau Stasiun Cikini.

Sayangnya, penataan tersebut berdampak pada sejumlah pohon angsana yang sudah berdiri sejak lama di lokasi itu. Pohon-pohon itu terpaksa ditebang.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan penebangan pohon di trotoar Cikini dilakukan untuk peremajaan pohon pelindung.

"Penebangan tersebut dilakukan sebagai upaya Dinas Kehutanan dengan jajaran Suku Dinas Kehutanan di bawahnya untuk peremajaan pohon pelindung menggantikan pohon pelindung yang sebelumnya, " kata Suzi di Jakarta, Senin.

Suzi Marsitawati mengatakan pohon berbunga dengan warna menarik akan menggantikan pohon Angsana dan Beringin yang ditebang di sepanjang trotoar di kawasan Cikini.

"Nanti kita akan ganti dengan Tabebuya," kata Suzi Marsitawati. [rhm]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini