Penambahan Jadwal KRL Diharapkan Berdampak Baik Terhadap Peralihan Transportasi Umum

Selasa, 19 November 2019 17:21 Reporter : Yunita Amalia
Penambahan Jadwal KRL Diharapkan Berdampak Baik Terhadap Peralihan Transportasi Umum Listrik Padam sebabkan KRL Berhenti Beroperasi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan akan terus meningkatkan kapasitas armada Transjakarta sehubungan penambahan jadwal lintas kereta api. Ia optimis penambahan jadwal kereta berdampak positif untuk proses transisi moda pribadi ke transportasi publik.

Dengan interval kedatangan dan keberangkatan kereta, otomatis akan menghentikan laju kendaraan yang menyeberangi rel kereta. Semakin seringnya pintu lintasan tertutup, Syafrin meyakini, pengendara akan jenuh dan secara perlahan akan beralih ke Transjakarta.

"Jadi begitu pergerakan orang di setiap perlintasan terhambat, kemacetannya panjang mereka akan mendapat suasana baru, bahwa lebih baik saya naik Transjakarta," kata Syafrin, Jakarta, Selasa (19/11).

Kendati Transjakarta tetap mengantre dalam lintasan rel, menurut Syafrin, namun armada tersebut memiliki keistimewaan dengan adanya jalur khusus. Apalagi, kata dia, penerapan tilang berbasis elektronik diberlakukan terhadap kendaraan pribadi jika melintas di beberapa jalur Transjakarta.

"Walaupun dia dalam antrean rel tapi dia mendapat prioritas untuk melintas karena dia ada jalur sendiri," tandasnya.

Kendati demikian, Syafrin mengatakan pihaknya tidak abai terhadap kenyamanan pengendara pribadi. Pembangunan under pass ataupun fly over akan terus dibangun di wilayah hub line.

"Misalnya di Senen, Kemayoran semuanya kita dorong dibangun di bawah jadi mulai Manggarai, Dukuh Atas dan seterusnya itu semuanya kita dorong di bawah karena rencana ada hub line," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Total 960 Perjalanan KRL

Diketahui mulai 1 Desember 2019, PT KCI akan memberlakukan penambahan jumlah perjalanan KRL pada triwulan pertama pemberlakuan Gapeka 2019 ini sebanyak 86 Loop dengan 960 perjalanan KRL. Maka, jumlah total sarana KRL yang dioperasikan sebanyak 1.100 unit kereta.

Jumlah perjalanan KRL untuk lintas Bogor Line sebanyak 405 perjalanan KRL yang terdiri dari Center Line (Bogor/Depok Jakarta Kota PP) terdapat 227 perjalanan dengan headway pada peak hour selama 5 menit, dan lintas Loop Line (Bogor/Depok Jatinegara PP) terdapat 178 perjalanan dengan headway pada peak hour selama 5 menit.

Sedangkan Jumlah perjalanan KRL Bekasi Line (Cikarang/Bekasi Jakarta Kota PP) sebanyak 174 perjalanan setiap harinya dengan headway pada peak hour selama 11 menit.

Untuk lintas Serpong Line (Rangkasbitung/Parung Panjang/Maja/Serpong Tanah Abang PP) mulai 1 Desember 2019 terdapat 178 perjalanan KRL pada lintas tersebut dengan headway pada peak hour selama 10 menit. Sedangkan di lintas Tangerang Line (Tangerang Duri PP) pada pemberlakuan Gapeka 2019 ini, terdapat perjalanan KRL sebanyak 98 perjalanan dengan headway pada peak hour selama 15 menit.

Sementara untuk lintas Tanjuk Priok Line (Tanjung Priok - Jakarta Kota PP) pada Triwulan pertama Gapeka 2019 ini terdapat total perjalanan KRL sebanyak 56 perjalanan dengan headway pada peak hour selama 30 menit. [lia]

Baca juga:
Pemprov DKI Bahasa Raperda ERP Tahun 2020
Terapkan ERP, Dishub DKI Targetkan Kecepatan Kendaraan Capai 50 Km/jam
Anies Baswedan: Yang Bikin Macet Itu Mobil dan Motor Bukan Trotoar
Pertumbuhan Kendaraan di Jadetabek jadi Penyebab Utama Kemacetan
Proyek Trotoar Memperparah Kemacetan Lalu Lintas Ibu Kota
Bikin Macet, Ini Aksi Pejalan Kaki di Lenteng Agung yang Abaikan JPO

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini