Pemprov DKI Pertimbangkan Pengadaan Angkot Khusus Perempuan

Kamis, 14 Juli 2022 11:30 Reporter : Merdeka
Pemprov DKI Pertimbangkan Pengadaan Angkot Khusus Perempuan Angkot ber-AC Jak Lingko. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan pengadaan angkutan kota (Angkot) khusus penumpang perempuan. Hal ini sebagai tindak lanjut mencegah pelecehan seksual di tranportasi publik itu.

Terlebih, kendaraan umum khusus penumpang perempuan sudah lebih dahulu diterapkan pada TransJakarta. Selain itu, Commuter Line (KRL) juga sudah memisahkan penumpang perempuan dan pria dengan menyediakan gerbong khusus perempuan.

"Kan di Trans sudah ada juga ya di kereta juga ada gerbong perempuan itu juga menjadi pertimbangan nanti kita kaji sama-sama," kata Riza saat ditemui di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (14/7).

Saat ini, pihaknya berupaya meningkatkan jangkauan transportasi publik di Jakarta. Dia menyebut saat ini, transportasi publik dapat menjangkau 90 persen wilayah di DKI Jakarta.

"Data sementara kurang lebih 90 persen bisa diakses oleh transportasi publik, kita akan tingkatkan termasuk tadi apakah perlu pemisahan apakah perlu disiapkan angkot perempuan khusus itu nanti kita akan pertimbangkan," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyampaikan wacana untuk memisahkan tempat duduk bagi penumpang perempuan dan laki-laki di Mikrotrans. Namun, penerapan tersebut batal dilaksanakan karena mempertimbangkan sejumlah hal, seperti dominannya penumpang perempuan di angkot.

"Dengan mempertimbangkan kondisi yang ada di dalam masyarakat, terhadap wacana pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan di dalam angkot saat ini belum dapat dilaksanakan," kata Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo dalam keterangannya, Rabu 13 Juli 2022.

Syafrin menjelaskan sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membentuk POS Sahabat Perempuan dan Anak (POS SAPA) untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual. Di dalam POS SAPA ini nantinya juga akan dilengkapi dengan nomor aduan 112 dan petugas terlatih.

"Fasilitas POS SAPA tersebut sudah terdapat di 23 halte Transjakarta, 13 stasiun MRT dan 6 stasiun LRT. Direncanakan ke depan POS SAPA akan terus ditambahkan termasuk menjangkau layanan Angkot," jelas Syafrin.

Reporter: Winda Nelfira [ray]

Baca juga:
Pelecehan Seksual di Transportasi Umum Jakarta Meningkat
Alasan Pemisahan Tempat Duduk di Angkot Jakarta Batal
Polisi India Tilang Bajaj Berisi 27 Penumpang
Dishub DKI Batal Pisahkan Penumpang Pria Wanita di Angkot, Gantinya Bentuk Pos Sapa
Pengecekan Vaksin Booster Dilakukan Saat Pembelian Tiket

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini