Pemprov DKI Mulai Distribusikan Bansos, Penerima Bisa Diwakilkan

Rabu, 13 Januari 2021 11:48 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Pemprov DKI Mulai Distribusikan Bansos, Penerima Bisa Diwakilkan balaikota. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta kembali mendistribusikan bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi Covid-19 mulai Selasa (12/1). Kota Administrasi Jakarta Timur menjadi wilayah pertama yang menerima BST. Pada tahun 2021 ini, bantuan diberikan dalam bentuk Bantuan Sosial Tunai (BST) bukan sembako.

"Para penerima program BST tersebut mendapatkan dana tunai senilai Rp300.000 per Kepala Keluarga (KK) selama 4 bulan, terhitung sejak Januari hingga April 2021," kata Kepala Dinsos DKI, Irmansyah, Rabu (13/1)

BST di Provinsi DKI Jakarta berasal dari dua sumber, yakni dari APBN Kementerian Sosial RI sebanyak 750.000 KK. Pendistribusiannya melalui Pos Indonesia.

Kemudian, bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 1.055.216 KK dan disalurkan ke Rekening penerima BST melalui Bank DKI dalam bentuk kartu tabungan dan kartu ATM Bank DKI.

Irmansyah menjelaskan, setiap penerima bantuan sosial akan menerima undangan maksimal H-1 sebelum pelaksanaan distribusi dan undangan disampaikan oleh petugas wilayah yang ditunjuk.

"Pada saat pengambilan bantuan, penerima BST perlu membawa undangan distribusi, KTP asli dan salinannya, Kartu Keluarga asli dan salinan," kata Irmansyah.

Penyaluran distribusi BST menggunakan 814 titik sekolah yang tersebar di 6 Wilayah Kota/Kabupaten Administrasi, dengan 160 titik sekolah yang digunakan setiap hari untuk penyaluran.

Jika penerima BST tidak dapat menghadiri sesuai dengan jadwal pendistribusian, maka penerima akan diundang kembali pada undangan kedua hingga undangan ketiga yang dilakukan setelah distribusi pertama selesai pada 5 wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu.

Untuk itu, dia mengimbau kepada warga penerima BST yang sakit agar tidak memaksakan diri datang ke lokasi. "Bagi penerima BST yang sedang sakit, tidak perlu memaksakan untuk datang karena bisa menggunakan surat kuasa kepada Ahli Waris maupun kerabat terdekat," ujarnya.

"Bisa juga hadir saat kondisi sudah sehat pada jadwal undangan berikutnya dari Bank DKI. Mohon untuk tidak memaksakan hadir karena nanti akan dijadwalkan ulang oleh Bank DKI," lanjut dia.

Irmansyah menyatakan, proses penyaluran BST dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan ketat.

Terdapat petugas Pemprov DKI Jakarta berjumlah 10 orang yang bertugas mengatur kerumunan di dalam dan di luar lokasi pendistribusian, mengarahkan penerima BST di ruang tunggu dan ruang distribusi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta menjaga ketertiban.

Ada pula lima petugas Bank DKI yang membantu memantau jalannya ketertiban umum/kebersihan di lokasi pendistribusian.

Penerima BST bisa diwakilkan oleh:
1. Penerima kuasa yang ada dalam 1 Kartu Keluarga.
Persyaratan:
- Surat Kuasa dari penerima BST
- Surat Kuasa dari pemberi kuasa
- KTP & KK (asli dan salinan kedua pihak tersebut).

2. Penerima kuasa berada di luar KK, seperti Paman, Bibi, atau Nenek.
Persyaratan:
- Surat Pengantar dari Dinas Sosial melalui Satpel Sosial Kecamatan
- KTP dan KK (asli maupun salinan dari pemberi kuasa dan penerima kuasa). [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bansos Corona
  3. Pemprov DKI
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini