Pemprov DKI Kembali Tanam Pohon di Lokasi Proyek Revitalisi Monas

Selasa, 4 Februari 2020 13:27 Reporter : Merdeka
Pemprov DKI Kembali Tanam Pohon di Lokasi Proyek Revitalisi Monas Proyek revitalisasi Monas. ©2020 Merdeka.com/Ika Defianti

Merdeka.com - Proyek revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) disetop sementara sampai izin dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) keluar. Pemprov DKI memutuskan mengembalikan pohon-pohon yang sebelumnya ditebang imbas proyek tersebut.

Kasie Informasi UPT Monas, Irfal Guci mengatakan, penanaman itu sebagai ganti pohon-pohon yang ditebang.

"Memang pohon yang ditebang kan ketentuannya harus diganti kan, cuma penempatannya mungkin di pinggir-pinggir itu yang berdekatan dulu," kata Irfal saat dikonfirmasi, Selasa (4/2).

Pemprov DKI memilih pohon pule untuk ditanam di Monas sisi selatan tersebut. Irfal mengaku belum mengetahui jumlah pohon yang sudah ditanam kembali.

"Yang datang kemarin itu pule, pohon, lumayan besar. Cuma berapa jumlahnya dan di mana saja kemudian akan ditanam belum tahu. Yang kemarin datang itu baru (ditanam) di pinggir sisi kiri kanan dari plaza revitalisasi," ucapnya.

Irfal menyebut pohon-pohon yang ditebang sebelumnya adalah pohon jati, mahoni, trembesi, belimbing dan nangka.

Total terdapat 191 pohon yang ditebang, 85 pohon dipindah. Nantinya, total akan ditanam kembali 573 pohon atau 3 kali dari jumlah pohon yang ditebang.

"Penggantinya kan tiga kali lipat dari 191, berarti masih ada jatahnya. Di mananya belum disepakati, kita belum tahu, tapi tetap di Monas," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Jadi Kewajiban Pemprov DKI

Sekda DKI Saefullah menyatakan penanaman pohon pengganti itu merupakan kewajiban DKI usai menebang 191 pohon di Monas.

"Sedang dikerjakan per hari Minggu sore. Sudah ada 300 lebih pohon di kawasan Monas dan sekitarnya sebagai pohon pengganti jadi nebang pohon. Itu bukan pohon di surga, ini pohon di dunia kalau ditebang harus diganti," kata Saefullah.

Soal jumlah pohon pengganti sebanyak 573, Saefullah menjelaskan, total tersebut merupakan bentuk kompensasi sesuai aturan.

"Rumusnya karena pemerintah yang minta itu setiap satu pohon wajib diganti 3 kali lipat, 1 banding 3, kalau masyarakat 1 banding 10," tambahnya.

Saefullah menyebut penebangan pohon di Monas beberapa waktu sulit dihindari. Namun, dia memastikan bagi pohon yang bisa dipindah pasti tidak akan ditebang.

"Sesuatu yang tidak bisa dihindari, ada yang digali kemudian dipindahkan. Ada yang sama sekali tidak bisa dihindari kemudian ditebang," tandas Saefullah.

Reporter: Delvira Hutabarat [ray]

Baca juga:
PDIP Minta Pohon yang Ditebang di Monas Ditanam Lagi Jika Izin Proyek Belum Ada
Melirik Proyek Revitalisasi Monas yang Korbankan 190 Pohon usai Dihentikan Sementara
Sekda DKI 'Pontang Panting' Soal Revitalisasi Monas, di mana Anies?
Walhi Ingatkan Pemprov DKI Perbanyak Menanam Pohon Bukan Beton
Pemprov DKI Akui Lalai Urus Administrasi Revitalisasi Monas ke Kemensetneg

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini