Pemprov DKI: Kali Sudah Kita Keruk, Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

Kamis, 28 Januari 2021 18:00 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Pemprov DKI: Kali Sudah Kita Keruk, Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan Pengerukan Lumpur Waduk Setiabudi Barat. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan sudah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi banjir Jakarta di musim penghujan ini. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Dudi Gardesi menyebutkan upaya-upaya tersebut yakni program gerebek lumpur, pemeliharaan pompa, sumur resapan atau drainase vertikal, penanganan banjir rob dengan membuat tanggul atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), dan sistem polder.

Dudi mengatakan, semua upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta itu, tidak akan ada efeknya jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat. Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat DKI Jakarta untuk membantu Pemprov DKI Jakarta dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Kali sudah kita keruk, ya mohon masyarakat minimal tidak buang sampah sembarangan. karena bagaimanapun juga, sedikit saja (buang sampah) tapi kalau dilakukan oleh banyak orang, maka akan jadi hal yang signifikan, bisa menyumbat serta menghalangi jalan-jalan air yang ada," kata Dudi dalam Konferensi Pers Siaga Banjir Jakarta, Kamis (28/1).

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa personel yang dimiliki Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta terbatas. Oleh sebab itu, pada musim penghujan ini, kata dia, tidak semua lubang di Jakarta bisa diawasi sehingga masih ada banyak genangan. Meskipun seluruh pasukan sudah dikerahkan sekalipun saat sedang turun hujan.

"Setiap hujan pun pasukan kami berada di lapangan untuk memastikan tidak ada genangan tapi ya dengan keterbatasan kami, tidak semuanya bisa kita awasi. Lubang di Jakarta itu banyak sekali. Personel kita tidak bekerja 24 jam. Jadi mohon kerjasamanya, kita sudah bekerja, minimal tidak buang sampah sembarangan," ujarnya.

Dudi kemudian memaparkan kelima program tersebut satu per satu. Untuk grebek lumpur sendiri, sepanjang tahun 2020, sudah ada 23 waduk yang dikeruk. volume pengerukan hingga 446402,95 meter kubik (m3). Sementara itu, untuk pengerukan kali ada 93 lokasi, dengan volume pengerukan 279967,493 m3. Terakhir, sebanyak 390 saluran penghubung sudah dikeruk dengan volume 121002,6 m3.

"Gerebek lumpur atau pengangkatan sedimen untuk memperluas daya tampung sungai dan waduk kata Dudi telah dilakukan di berbagai tempat. Nah yang saya sebutkan tadi untuk tahun 2020 ya. Tahun-tahun sebelumnya juga sudah dilakukan pengerukan di lokasi lain," kata Dudi.

Untuk penanganan banjir rob melalui NCICD, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan 487 pompa stasioner di 178 lokasi, 175 pompa mobile di 5 wilayah, 257 alat berat, 465 dump truck, 36 pintu air, dan 8.101 personel pasukan biru.

"Lokasi prioritas pembangunan tanggul pantai yang sudah ditentukan, yakni di Kamal Muara, Kali Blencong, Kali Adem-Muara Angke, Pantai Muara, Sunda Kelapa, dan Tanjung Priok. Saat ini telah terbangun sepanjang 12,6 Km tanggul pantai," kata dia.

Sementara itu, untuk sumur resapan atau drainase vertikal, sudah ada 2.974 titik di 777. Drainase vertikal itu tersebar sekolah-sekolah, taman kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), masjid, dan di gedung-gedung pemerintahan daerah.

"Kami bekerja sama dengan unsur-unsur terkait di wilayah dan melibatkan masyarakat juga," ujarnya.

Untuk pembangunan atau rehabilitasi sistem polder pada 2021-2022, lokasinya tersebar di Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Di Kelapa Gading ada Pompa Kali Betik dan Pompa Artha Gading. di Pulo Gadung, Pompa Pulomas. Sementara itu di Cakung-Cilincing tersedia Pompa Marunda, terakhir di Makasar, Jakarta Timur ada Pompa Tipala. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini