Pemprov DKI Kaji Usulan UMP DKI 2020 Sebesar Rp4,6 Juta

Rabu, 23 Oktober 2019 18:51 Reporter : Hari Ariyanti
Pemprov DKI Kaji Usulan UMP DKI 2020 Sebesar Rp4,6 Juta Gedung Balai Kota DKI Jakarta. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Serikat Pekerja mengusulkan agar UMP Jakarta naik dari Rp3,9 juta menjadi Rp4,6 juta. Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, akan mengkaji usulan tersebut sebelum UMP ditetapkan pada awal November mendatang.

Andri mengungkapkan, pada prinsipnya asosiasi akan menerima apa yang diputuskan oleh pemerintah.

"Sedangkan usulan dari serikat berkisar di angka Rp4,6 juta. Nanti akan sama-sama kita kaji kembali untuk ditetapkan tanggal 1 November 2019 untuk UMP 2020," jelasnya usai pengukuhan Dewan Pengupahan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/11).

Setiap usulan baik dari asosiasi atau serikat pekerja dan pengusaha akan diakomodir pihaknya. Dalam sidang hari ini, pihaknya menampung usulan dari kedua belah pihak.

"Usulannya mereka menerima apa yang menjadi keputusan pemerintah. Sedangkan usulan dari serikat itu Rp4,6 juta. Sedangkan kami mengacu kepada PP 78. KHL (Kebutuhan Hidup Layak) kita, setelah kita melakukan survei di 15 titik pasar, tiga gelombang, berkisar di antara Rp3,965 juta," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Anies Kukuhkan Dewan Pengupahan Daerah

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan baru kali ini Dewan Pengupahan Daerah dikukuhkan. Sebelumnya mereka hanya diberi surat tugas. Dewan ini akan bertugas sampai 2022.

"Tahun ini kita selenggarakan, sekaligus memberikan pesan kepada semuanya bahwa tugas yang diembankan adalah tugas yang penting sekali karena Dewan Pengupahan ini memiliki unsur yang begitu banyak. Dan kita ingin Dewan Pengupahan menjadi tempat di mana berbagai faktor di dalam penentuan upah itu betul-betul dipertimbangkan dengan baik karena di Jakarta punya implikasi nasional," jelasnya.

Anies mengatakan usulan UMP 2020 berbeda antara yang diusulkan pengusaha dan serikat pekerja. Pengusaha mengusulkan Rp 4,267 juta, dan serikat pekerja mengusulkan Rp 4,6 juta. Keputusannya akan diumumkan bulan depan.

"Jadi tujuan pembicaraan tentang upah itu sesungguhnya kesejahteraan. Karena ada biaya hidup yang meningkat, maka upah harus ditingkatkan. Kami bantu dua sisi. Satu ada peningkatan pemasukan dengan UMP bergerak bertambah. Tapi biaya hidup dibantu sehingga lebih rendah, sehingga mereka bisa menabung," pungkasnya. [fik]

Baca juga:
Besok, Pemprov DKI Tetapkan UMP Rp4,27 Juta
Dewan Pengupahan Usulkan 2 Opsi Kenaikan UMP 2020 ke Gubernur Banten
UMP 2020 Naik, Pemerintah Perlu Tinjau Ulang PP Tentang Pengupahan
Pemerintah Dinilai Terlalu Dini Putuskan Besaran Kenaikan UMP 2020
Sebelum Penetapan UMP 2020, Pemprov DKI Jakarta Survei di 45 Pasar
Buruh Tolak Kenaikan UMP 2020 Sebesar 8,51 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini