Pemprov DKI Habiskan Rp800 Juta Bangun Tugu Sepeda di Jalan Sudirman

Kamis, 8 April 2021 16:44 Reporter : Yunita Amalia
Pemprov DKI Habiskan Rp800 Juta Bangun Tugu Sepeda di Jalan Sudirman Pembangunan Tugu Sepeda di Ibu Kota. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun jalur sepeda permanen sepanjang Senayan-Thamrin sekaligus tugu sepeda di depan Indofood Tower. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menyebut pembangunan tugu menghabiskan dana sekitar Rp800 juta.

"Nilainya kurang lebih Rp28 miliar, termasuk tugunya yang Rp800 juta," ujar Riza di Balai Kota Kamis (8/4).

Riza menuturkan anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalur dan tugu sepeda tidak menggunakan keuangan daerah melainkan dana dari pihak ketiga.

"Jalur sepeda ini dapat anggaran dari pihak ketiga," ujarnya.

Politikus Gerindra itu mengatakan pembangunan prasasti sepeda merupakan hal positif. Sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada para seniman dan menjadi alat kampanye bahwa sepeda sebagai transportasi alternatif.

Lagi pula, kata Riza, pembangunan prasasti itu tidak menggunakan anggaran negara.

"Itu kan memberi ruang untuk pelaku seni berkreasi, seni untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas dan mempercantik Jakarta. Anggaran dari pihak ketiga," tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pembangunan jalur sepeda permanen di Senayan-Thamrin, Jakarta Pusat, ditargetkan selesai pada Maret. Anggaran untuk jalur tersebut berkisar Rp30 miliar.

"Saat ini sudah dalam proses konstruksi dan kita harapkan selesai bulan Maret, anggarannya sekitar Rp 30 miliar," ucap Syafrin di Balai Kota, Rabu (24/2).

Dia menyebutkan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalur sepanjang 11,2 km itu tidak menggunakan APBD DKI. "Dari kompensasi pihak ketiga," kata Syafrin.

Syafrin menegaskan, kendaraan bermotor roda dua dilarang keras melintas di jalur sepeda. Sebab, menurutnya pembangunan jalur tersebut tetap menyediakan jalur bagi kendaraan bermotor.

Ia pun mengimbau agar para pengendara motor tidak melintas di jalur khusus tersebut.

"Pada prinsipnya Jakarta menyediakan ruang lalu lintas untuk berbagi," tandasnya.

Selain membangun jalur permanen, Dishub juga membangun prasasti sepeda di depan gedung Indofood Tower, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Hal ini bertujuan sebagai momentum sepeda merupakan alat transportasi masif.

"Tujuan pembuatan prasasti, sebagai pengingat, momentum penggunaan sepeda sebagai alat transportasi yang masif digunakan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19," kata Syafrin

Direncanakan, pengembangan jalur sepeda pada 2019 sampai 2030 sepanjang 578,8 km. Saat ini, jalur sepeda yang telah tersedia pada 2019 sepanjang 63 km. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini