Pemprov DKI Baru Rencanakan Ujicoba Draf Pergub Pembatasan Plastik

Selasa, 14 Mei 2019 14:06 Reporter : Merdeka
Pemprov DKI Baru Rencanakan Ujicoba Draf Pergub Pembatasan Plastik Kambing makan sampah. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Upaya memerangi sampah plastik terus dilakukan pemerintah. Salah satunya mengajak peran serta kepala daerah membuat kebijakan membatasi penggunaan kantong plastik.

Pemprov DKI Jakarta dalam waktu dekat akan melakukan ujicoba aturan pembatasan penggunaan kantong plastik.

"Hanya ingin lihat tanggapan dari masyarakat gitu ya, tanggapan dari pengusaha-pengusaha, terkait dengan pergub ini bagaimana gitu," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Djafar Muchlis, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Menurutnya, bila penerapan tersebut mendapatkan reaksi yang positif, maka akan hal itu akan dilanjutkan.

"Kalau ini memang tidak ada reaksi artinya tidak ada gejolak dan itu dapat diterima oleh rata-rata dari para pengusaha tadi dalam rangka penggunaan plastik, ya itu baru kami akan tindak lebih lanjut lagi," lanjutnya.

Dalam aturannya, akan dibuat larangan serta teguran yang diberlakukan bagi mereka yang melanggar.

"Itu kan ada teguran disiplin gitu ya. Ada peringatan. Jadi hal-hal sekecil apapun kita lakukan untuk tujuan kita meminimalisir penggunaan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan," jelas dia.

Jauh sebelum Jakarta merencanakan ujicoba, sejumlah kota sudah lebih membuat aturan membatasi penggunaan kantong plastik. Yakni Banjarmasin, Balikpapan, Bogor dan Denpasar.

Sebelumnya, larangan peredaran kantong plastik dinilai tidak akan menyelesaikan permasalahan sampah plastik di Indonesia. Pelarangan tersebut justru akan mengganggu terciptanya circular economy melalui bisnis daur ulang.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Aromatika, Olefin, dan Plastik (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan, pengelolaan sampah yang dimulai dari hulu atau sejak di lingkup rumah tangga dapat menciptakan nilai ekonomi.

"Saat ini industri daur ulang plastik hanya jalan 80 persen kapasitasnya, padahal sampah plastik masih banyak. Ini disebabkan karena sampah kita belum terpilah. Biaya sortir berkisar 50 persen dari cost recycle," ujar dia di Jakarta, Selasa (30/4).

Menurut Fajar, plastik memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Namun menjadi masalah saat sudah menjadi sampah. Maka dari itu, yang perlu dibenahi adalah pengelolaan sampah, bukan dengan melarang produk plastik.

Industri plastik juga akan mendukung penuh pengelolaan sampah dan minimalisir jumlah sampah dengan meningkatkan daur ulang berbagai sampah.

Reporter: Ratu Annissa Suryasumirat

Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini