Pemprov DKI akan Fokus Tertibkan Bangunan Perumahan di Bantaran Sungai

Kamis, 22 Oktober 2020 15:44 Reporter : Merdeka
Pemprov DKI akan Fokus Tertibkan Bangunan Perumahan di Bantaran Sungai banjir di kampung pulo. ©2020 Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya akan fokus untuk pembongkaran rumah permanen atau milik perumahan yang dibangun di pinggir sungai. Salah satunya adalah bangunan di perumahan Melati Residence di Jalan Damai 2 RT 04/RW 012, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang menyebabkan banjir dan longsor pada (10/10). Kata Riza, terdapat sejumlah rumah yang memiliki pagar dan dibangun persis di ujung sungai.

"Ini pengusaha, ini orang yang berkecukupan, kok bangun rumah di pinggir sungai atau kali bantaran. Nah, ini yang menurut kami harus ditertibkan. Jadi bukan rumah-rumah masyarakat," kata Riza di Balai kota, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Politikus Gerindra tersebut menyebut ada larangan terkait bangunan di pinggir sungai. Sebab bangunan tersebut dapat menyebabkan banjir.

"Tidak boleh ada bangunan persis di pinggir kali, apalagi ini perumahan. Beda sama rakyat yang enggak punya uang, enggak bisa beli tanah, yang terpaksa tinggal di bantaran sungai, itu beda," ucap dia.

Selain itu Riza juga meminta agar para pimpinan kota dapat melakukan pengecekan ulang terkait sejumlah bangunan di bantara sungai. "Saya minta ke wali kota minta di cek dulu izinnya gimana, IMB nya, tinggi sekali, dari kali ke atas itu tinggi. Nanti di cek Pak Wali," jelas dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerbitkan imbauan peningkatan kewaspadaan masyarakat, terkait potensi cuaca ekstrem dalam waktu sepekan mendatang.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, pihaknya telah merilis informasi yang menyatakan, saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang (moderate).

"Pemantauan BMKG terhadap indikator laut dan atmosfer menunjukkan suhu permukaan laut mendingin -0.5 Celcius hingga -1.5 Celcius selama tujuh dasarian terakhir (70 hari), diikuti oleh dominasi aliran zonal angin timuran yang merepresentasikan penguatan angin pasat," ujar Guwanto.

Guswanto mengataan dampaknya ke cuaca di Indonesia, La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah. Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim atau bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina sendiri.

Reporter: Ika Defianti [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini