Pemprov DKI akan bangun 'WC' raksasa

Selasa, 5 Juni 2012 00:37 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Pemprov DKI akan bangun 'WC' raksasa Toilet Cowok. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, merencanakan untuk membangun sanitasi pengolahan limbah domestik. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menyebutkan, sanitasi atau 'WC raksaksa' tersebut nantinya untuk mencangkup 25 persen sanitasi warga Jakarta.

"Nah untuk proyek bikin 'WC raksasa' ini, yang sebetulnya proyek jaring air kotor atau air limbah, yang ada di bawah tanah, tahun depan akan kita perluas. Dimana dengan pendanaan obligasi daerah, dimana yang ada di Kuningan itu kita akan perluas ke arah selatan," ujar Fauzi Bowo, saat ditemui di Balaikota Jakarta, Senin (4/6).

Lanjutnya, yang kedua, Pemprov DKI Jakarta juga sudah menyepakati, untuk melanjutkan proyek sanitasi tersebut di dua area besar.

"Satu area yang mulai dari Menteng sampai ke Mangga Dua, ini bisa kita sebut zona satu, dan kalau yang tadi di Kuningan itu kita sebut zona zero, awalnya dari situ," terang Fauzi Bowo.

Menurutnya, zona satu tersebut, kurang lebih akan mencakup kebutuhan 10 persen total area sanitasi dari Jakarta.

"Lalu yang berikutnya lagi ada zona enam, yang dimulai dari Grogol sampai ke Duri Kosambi, Jakarta Barat. Zona enam itu juga kurang lebih 10 persen dari total wilayah Jakarta lainnya," kata dia.

Fauzi Bowo menjelaskan, nantinya Pemprov DKI akan mentargetkan 20 persen pada proyek sanitasi tersebut, dimana pembiayaannya akan dibagi antara pemerintah dan public private.

"Jadi 20 persen kita akan jadikan target dan berapa tahun ke depan, ini akan kita biayai dimana sebagian dari pemerintah, lalu sebagian lagi public private partnership. Kemungkinan jaringannya itu harus dibangun oleh pemerintah, pipa-pipanya, tapi selebihnya itu diserahkan ke public private," kata dia.

Fauzi Bowo mengatakan, zona zero itu sendiri nantinya juga akan dikembangkan oleh Pemprov DKI, dimana dari kapasitas yang sudah ada sekitar 2,5 persen menjadi 5 persen, dari total kebutuhan Jakarta.

"Nah kemudian ditambah 10 persen dan 10 persen lagi, sehingga dengan demikian akan ada kurang lebih 25 persen kebutuhan seluruh Jakarta akan terkover pada 2018," pungkasnya. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Pemprov DKI
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini