Pemkot Jaksel Sederet Ruko di Atas Saluran Air Kawasan Kemang

Jumat, 26 November 2021 14:06 Reporter : Eko Prasetya
Pemkot Jaksel Sederet Ruko di Atas Saluran Air Kawasan Kemang Ruko di Jaksel. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menelusuri sejumlah konstruksi bangunan sekitar lima rumah toko (ruko) yang berdiri di atas saluran air kawasan Kemang Utara, Mampang Prapatan. Camat Mampang Prapapatan, Djaharuddin saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat mengatakan pihaknya mengecek langsung keberadaan bangunan tersebut.

"Saya belum mendapat informasi. Tetpi nanti akan kami cek. Soalnya rumah di situ pemiliknya (rumah) elite di situ. Susah masuknya," kata Djaharuddin, dilansir Antara, Jumat (26/11).

Djaharuddin mengatakan sejauh ini belum menemukan bangunan berupa rumah yang berdiri di atas saluran air seperti halnya lima ruko yang saat ini dibongkar karena melanggar.

"Kalau rumah (berdiri di atas saluran air tidak ada kalau ke sananya. Ada satu (konstruksi) cuma itu buat masuk mobil ke rumah. (Ada) taman, kan ada pohon," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengatakan apabila ditemukan maka pihaknya akan memperlakukan hal serupa yang dengan bangunan kafe di Kemang Utara.

"Nanti perlakuannya sama (seperti lima ruko) kita akan adakan pendekatan persuasif dulu mudah-mudahan semuanya memahami," ujarnya.

Munjirin meminta masyarakat untuk kooperatif apabila adanya bangunan yang melanggar harus ditangani sesuai prosedural.

"Kooperatif kalau memang perlu untuk diselesaikan bangun bangunan yang di atas saluran air," ujar Munjirin.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melaporkan adanya sebuah bangunan yang berdiri di atas saluran air di Kemang Utara kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan karena diduga menjadi penyebab banjir di kawasan itu.

Setidaknya, ada lima ruko umumnya dijadikan kafe dan diperkirakan telah berdiri sejak tahun 2007 di atas saluran air. Adapun saat ini pemilik bangunan tersebut telah membongkar sebagian tembok ruko berlantai dua itu telah.

"Kita tetap kasih batas waktu. Satu minggu. Dalam sepekan harus sudah selesai," kata Djaharuddin yang menilai pemilik bangunan. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini