PDIP: Selayaknya Ojol atau Tenaga Kesehatan Difasilitasi Jalur Khusus, Bukan Sepeda

Jumat, 4 Juni 2021 17:07 Reporter : Yunita Amalia
PDIP: Selayaknya Ojol atau Tenaga Kesehatan Difasilitasi Jalur Khusus, Bukan Sepeda Polda Metro Jaya kaji sanksi bagi pesepeda yang melintas di luar jalur khusus. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengkritisi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menambah jalur sepeda balap, road bike. Terlebih lagi, jalur sepeda sedikitnya memakan lebar jalan 10 persen.

"Kebijakan karpet merah buat penghobi road bike melukai perasaan masyarakat. Selain pengguna sepeda tidak sampai 0,1 persen dari masyarakat, tetapi mereka memakai 10 persen dari ruas jalan utama," ujarnya, Jumat (4/6).

Hal yang patut disayangkan, ucap Gilbert, sepeda tidak dikenakan pajak namun mendapat fasilitas yang terlalu berlebihan. Sementara kajian terhadap kendaraan bermotor yang rutin membayar pajak tahunan dinilai tidak mendapat fasilitas memadai dari pemerintah.

Politikus PDIP itu menuding kebijakan tentang memberi ruang jalur untuk road bike dilakukan tanpa kajian matang. Jika tujuannya untuk menjadikan ibu kota bebas dari macet, Gilbert mendesak agar Pemprov DKI meningkatkan kualitas transportasi publik.

Pemprov DKI diingatkan di masa pandemi, sopir ojek online lah yang sedianya mendapat fasilitas lebih di jalan. Sebab, ribuan sopir ojek online memiliki peran besar dalam perputaran roda ekonomi Jakarta.

"Selayaknya ojol atau tenaga kesehatan yang difasilitasi jalur khusus, bukan sepeda. Baik dari segi jumlah, kepentingan masyarakat dan keselamatan pengemudi dan penumpang," tutup Gilbert. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini