PDIP sebut lewat penggusuran Ahok ubah warga miskin tak lagi miskin

Rabu, 22 Maret 2017 11:30 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Warga kolong Tol Penjaringan. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Isu penggusuran menjadi salah satu bahan untuk menyerang calon petahana Basuki T Purnama ( Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017. Namun PDIP menegaskan, Ahok-Djarot bukan menggusur, melainkan memindahkan warga ke tempat yang lebih baik.

Politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko mengingatkan, menggusur tak lantas membuktikan pemerintahan Ahok-Djarot abai pada warganya. Masyarakat disebut Budiman, perlu mengubah pola pikirnya agar tidak salah kaprah.

Menurut Budiman, pemerintahan Ahok-Djarot bukan menggusur, melainkan memindahkan warga yang menempati area-area tak layak huni dan terlarang dibangun permukiman ke tempat yang jauh lebih baik. Salah satu contohnya, pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai Ciliwung yang kini giat dinormalisasi. Padahal area sepanjang 10-15 meter dari bibir sungai harus steril untuk mengatasi bencana banjir.

Budiman menambahkan, ada sejumlah pihak yang terkesan berusaha menanamkan pemahaman yang salah demi meraih simpati publik, khususnya terkait isu penggusuran. Warga dibiarkan merasa tetap nyaman dengan perasaannya padahal, wilayah yang mereka tempati berpuluh-puluh tahun itu justru menurunkan kualitas hidupnya.

"Jargon yang selama ini digembar-gemborkan, Biarkan orang miskin nyaman dengan keadaanya. Toh selama ini dia nyaman berpuluh-puluh tahun di situ. Membela orang miskin bagi calon yang lain adalah Biarkan orang miskin nyaman dengan perasaannya, padahal lingkungannya itu akan membuat dia terdegradasi hidupnya, menurun kualitas hidupnya, terancam karena lingkungan yang berbahaya. Tidak sehat dan terancam banjir," ujar Budiman dalam siaran pers yang diterima, Rabu (22/3).

Menurut Budiman, Ahok-Djarot memiliki pendekatan berbeda dan jauh lebih manusiawi dalam menata kota Jakarta. Ahok dinilainya tak mau membohongi warga dengan memberikan janji tak ada gusur menggusur hanya karena mengharapkan suara pada Pilkada DKI 2017. Penggusuran dinilai tetap perlu dilakukan demi kebaikan bersama dan tidak membahayakan warga. Pemerintahan Ahok-Djarot justru dinilainya tengah mengangkat derajat hidup warga menengah ke bawah yang rumahnya digusur dengan merelokasi mereka ke rumah susun.

Penyediaan rusun di kawasan yang lebih layak dianggap anggota komisi II DPR RI ini, mampu memberikan jaminan keberlangsungan dan keberlanjutan hidup manusia Jakarta dimana ada sebuah kepastian perbaikan hidup.

"Jadi prinsipnya, Ahok mendekatkan orang miskin pada fasilitas sarana dan prasarana yang membuat dia tidak miskin lagi hingga anak cucunya. Mengeluarkan mereka dari lingkungannya yang selama puluhan tahun bersamanya dan menimbulkan kenyaman palsu. Padahal itu berbahaya," tegas dia.

Budiman mengatakan, Ahok mengenalkan gaya hidup yang lebih bermartabat, lebih menjamin masa depan agar mereka tidak miskin lagi. Dengan menjamin masa depan generasi muda orang-orang itu sehingga punya akses yang lebih dekat dengan fasilitas olahraga, tempat bermain, fasilitas pendidikan dan itu terpadu dalam satu lingkungan.

"Artinya mengatasi persoalan sosial dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan yang semakin sempit, solusinya ya dengan rumah susun," kata Budiman.

Seperti diketahui pemerintahan Ahok-Djarot memiliki program pembangunan rumah susun sebanyak 50.000 unit untuk menampung warga yang terkena relokasi dalam rangka program-program prioritas seperti normalisasi sungai, refungsi ruang terbuka hijau (RTH), dan lain-lain.

Ahok-Djarot mendorong pemindahan warga ke bangunan vertikal di lokasi-lokasi padat penduduk melalui skema konsolidasi lahan untuk menyediakan ruang terbuka yang memadai.

Rumah susun tersebut akan dibangun terintegrasi dengan pasar tradisional, terminal, gelanggang olah raga (GOR), sekolah dan waduk di berbagai lokasi di Jakarta yang diperuntukkan bagi warga kelas menengah ke bawah. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.