PDIP Prihatin Hutan di Monas Sempat Dirusak Hanya untuk Formula E

Kamis, 7 Oktober 2021 16:23 Reporter : Yunita Amalia
PDIP Prihatin Hutan di Monas Sempat Dirusak Hanya untuk Formula E Proyek revitalisasi Monas. ©2020 Merdeka.com/Ika Defianti

Merdeka.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menghormati keputusan Pemprov DKI memindahkan arena balap mobil listrik Formula E, dari kawasan Monas. Dua lokasi dipilih yaitu kawasan Senayan dan pulau reklamasi. Dia merasa prihatin karena Kompleks Monas sempat dirusak demi penyelenggaraan formula E.

"Tetapi Monas sudah sempat dirusak hutannya, yang butuh waktu puluhan tahun untuk bisa kembali seperti semula," ucap Gilbert kepada merdeka.com, Kamis (7/10).

Saat persiapan pembangunan sarana arena balap, Pemprov DKI menebang ratusan pohon di Monas dalam rangka revitalisasi. Selain itu, uji coba pengaspalan sempat dilakukan Pemprov di kawasan Monas.

Penebangan pohon-pohon tersebut menuai protes. Bahkan, pada 26 Februari 2020, Tim asistensi Komisi Pengarah (komrah) kawasan Medan Merdeka mengambil sampel aspal untuk lintasan Formula E di Monas. Langkah ini dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut dampak pengaspalan di cobblestone, cagar budaya nasional.

Tim mulai melakukan sampling aspal sekitar pukul 13.00 WIB. Pantauan merdeka.com, tidak ada wujud cobblestone yang terlapisi aspal di atasnya. Namun sisa-sisa aspal masih bisa dilihat di sisi ruang kosong cobblestone. Di atasnya juga terlihat beberapa garis berwarna putih.

Tim kemudian mengambil sisa aspal dari sisi cobblestone. Kemudian, sisa aspal dimasukan ke dalam plastik transparan. Tim asistensi yang terdiri dari dua ahli lingkungan hidup Institut Pertanian Bogor (IPB) Bambang Hero dan Basuki Wasis, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Sekretaris Negara, kemudian mengukur jarak yang sempat diaspal akhirnya dibongkar.

Bambang menyayangkan masih ada sisa aspal yang membekas di cobblestone. Hal ini tak seperti yang dijanjikan penyelenggara formula E.

"Anda bisa saksikan itu masih membekas aspalnya, karena kemarin disampaikan semua mulus segala macam, ternyata ini tidak. Ini tidak semulus seperti yang dinyatakan itu," kata Bambang.

Tak butuh waktu lama, tim selesai mengambil sampel aspal lintasan Formula E.

Bambang mengatakan, nantinya sampel itu akan dibawa ke laboratorium Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB). Setelah uji lab keluar, hasilnya akan dibawa ke komrah.

"Yang jelas kan gini, kita sudah sampling, sudah analisis, nanti hasilnya gimana nanti Pak Komrah kami sudah melaksanakan tugas, keputusan akhir silakan bapak-bapak yang ambil," kata Bambang.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Operasi PT Jakarta Propertindo Muhammad Taufiqurrachman menjamin, aspal dengan metode geotextile yang sudah dibongkar tidak menyisakan bekas di cobblestone yang ada di bawahnya.

"Uji coba aspal sudah dilakukan dengan hasil lapisan geotextile lebih feksibel dan tidak menyisakan bekas sama sekali di cobblestone," ujar Taufiq dalam rapat pembahasan Formula E bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Sementara itu, Deputy Director Communications Formula E, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hilbram Dunar menyatakan, pengaspalan di kawasan Monas, Jakarta Pusat hanya sementara.

Dia beralasan pengaspalan itu baru uji coba untuk menentukan teknik pelapisan untuk menutupi cobblestone atau batu alam di kawasan Monas. Uji coba itu kata dia, menggunakan dua metode yang berbeda. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini