PBB geram sampai bandingkan Ahok dengan Zaskia Gotik

Kamis, 7 April 2016 09:16 Reporter : Eko Prasetya
PBB geram sampai bandingkan Ahok dengan Zaskia Gotik ahok di merdeka.com. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Ahok ini kan pemimpin, apapun yang diucapkan dan dilakukan bisa jadi quote. Sebaiknya kalau enggak paham sejarah jangan ngomong.


- Malam Sambat Kaban

Merdeka.com - Ketua Harian DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Jamaluddin Karim menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok, sembrono, dangkal dan tidak memahami sejarah. Jamaludin menyebutkan, Ahok tidak lebih baik dari Zaskia Gotik yang beberapa waktu lalu tersandung kasus pelecehan lambang negara.

"Lebih parah dari Zaskia Gotik yang enggak tahu Pancasila. Kalau Gotik biasa goyang itik jadi bisa dipahami. Tapi kalau gubernur yang bilang ini enggak bisa ditolerir," kata Jamaluddin saat jumpa pers di Markas Besar DPP PBB, Jl. Pasar Minggu Raya KM 18 Jakarta Selatan, Rabu (6/4).

Pihaknya menyayangkan pernyataan Ahok yang dikutip berbagai media nasional maupun lokal yang menyebut Partai Bulan Bintang seperti Masyumi yang ingin mengubah Pancasila. Baginya pernyataan tersebut sangat tidak berdasar. Dia menuding Ahok tidak memahami sedikitpun sejarah perjuangan Kemerdekaan NKRI.

"PBB merupakan partai politik yang berkiprah di NKRI adalah partai Islam yang memperjuangkan hak-hak rakyat dan anggotanya secara sah dan konstitusional dalam wadah negara kesatuan RI yng berlandaskan falsafah negara Pancasila," tutur Jamaluddin.

Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan Ahok ke Mabes Polri atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan fitnah.

"Satu sampai dua minggu ke depan akan kita laporkan ke Mabes Polri," kata Jamaluddin.

Dia menjelaskan, pernyataan Ahok tidak berdasar. Dia mengaku permasalahan tersebut tengah diproses oleh internal partai dalam hal ini lembaga advokasi. "Sudah diserahkan ke lembaga advokasi partai. Yang jelas dari laporan sementara ini bisa diajukan," ujar dia.

Dia mengaku enggan berkomunikasi dengan Ahok untuk meluruskan permasalahan ini. Dia menantang Ahok untuk bersifat kesatria dengan meminta maaf atas pernyataannya tersebut. "Kalau kesatria akan minta maaf, kalau kurawa akan berkelit sana-sini," sindir Jamaluddin.

Pihaknya menilai hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya gejolak dalam internal partai. Terlebih pada para kader partai di seluruh Indonesia.

"Kita buat kaya gini biar enggak ada gejolak. Ini untuk antisipasi kader-kader partai kita," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PBB, MS Kaban menilai, Ahok mencampuradukkan urusan pribadi dengan partai.

"Ahok harusnya kalau mau serang pribadi ya pribadi saja, jangan bawa-bawa partai," ungkap Kaban.

Menurut dia, pernyataan menyudutkan PBB itu terpancing oleh kicauan Yusron Ihza Mahendra dalam akun Twitter yang menyinggung soal etnis Tionghoa di Indonesia. Namun, Ahok lupa kalau itu merupakan masalah pribadi bukan masalah partai.

"Sebenarnya dia ke Yusron tapi melibatkan partai. Ke partai itu yang enggak boleh," tutur Kaban.

Dia menilai, Ahok sosok pemimpin yang tidak mengenal sejarah lantaran menuduh PBB sama dengan Masyumi yang ingin mengubah dasar negara Pancasila. Padahal kata dia, saat Indonesia menjadi negara serikat, Masyumi adalah partai yang menyatukan kembali NKRI.

"Ahok kayaknya enggak tahu kalau dulu Indonesia jadi RIS yang nyatuin Masyumi," ujar Kaban.

Untuk itu dia menyarankan Ahok harus berhati-hati dalam menanggapi masalah apapun. Terlebih Ahok merupakan pemimpin yang segala tindak-tanduknya diperhatikan oleh banyak orang.

"Ahok ini kan pemimpin, apapun yang diucapkan dan dilakukan bisa jadi quote. Sebaiknya kalau enggak paham sejarah jangan ngomong," tutup Kaban. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini