Hot Issue

Nasib Rasmini Terombang Ambing Tanpa Kejelasan, Menanti Kampung Susun Bayam Dihuni

Senin, 5 Desember 2022 12:15 Reporter : Lydia Fransisca
Nasib Rasmini Terombang Ambing Tanpa Kejelasan, Menanti Kampung Susun Bayam Dihuni Suasana Kampung Susun Bayam Belum Bisa Dihuni. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan, telah meresmikan Kampung Susun Bayam (KSB) pada pada Oktober lalu. Hunian ini diperuntukkan bagi warga yang terdampak pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Namun, hingga kini, warga belum dapat memasuki dan menghuni KSB. Kenapa?

merdeka.com mencoba berkunjung ke KSB pada Senin (5/12). Berdasarkan pantauan, masih terdapat tenda pengungsi di depan pintu masuk KSB. Di dalamnya, terlihat satu buah motor, satu kasur, dan beberapa alat masak.

Gerbang besi sebagai pintu masuk KSB dirantai dan digembok. Hanya terlihat seorang ibu bersama satu anak berusia dua tahun.

"Saya jaga di sini, yang lain ke Balai Kota," kata ibu tersebut, Rasmini, kepada merdeka.com.

warga dirikan tenda di kampung susun bayam

Untuk diketahui, warga KSB terpaksa membangun tenda pengungsian di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat untuk meminta bantuan Pemprov agar bisa segera menghuni bangunan yang dijanjikan kepada mereka.

Rasmini berkata, ia tinggal di tenda tersebut bersama empat keluarga lainnya. Total, ada 15 orang tidur di tenda ini, termasuk 7 orang anak-anak.

"Sudah dua minggu di sini. Awalnya kan ngontrak, tapi dijanjin tanggal 20 November kemarin masuk. Eh enggak ada kabar," cerita Rasmini.

2 dari 3 halaman

Tanpa Air

Rasmini juga bercerita. Untuk kebutuhan MCK, dia terpaksa menumpang di kontrakan teman-temannya. Sebab di tempatnya saat ini, tak terlihat kamar mandi, keran, ataupun sumber air lainnya.

"Kan Alhamdulillah yang cukup pada ngontrak, tapi ada juga yang numpang-numpang sama saudara. Saya di sini," katanya.

Rasmini mengatakan. Petugas Satpol PP sempat menghampiri tenda pengungsian dan meminta warga mengurus surat izin dari Polda.

"Alhamdulillah di sini aman. Tapi kemarin ada Satpol PP bilang suruh minta surat izin dari Polda gitu katanya," ujar Rasmini.

Dia dan teman-temannya sangat berharap nasib warga KSB sama seperti Kampung Susun Akuarium. Utamanya berkaitan dengan biaya sewa. Mereka ingin sewa yang terjangkau.

"Kalau di Akuarium kan masuk dulu baru diskusi. Harga sewanya juga Rp34 ribu," tambahnya.

suasana kampung susun bayam belum bisa dihuni

3 dari 3 halaman

Dibuat Bingung Jakpro

Rasmini mengungkapkan, warga mempertanyakan kepengurusan KSB. Sebab, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyebut, pengelolaan KSB kini dipegang oleh Pemprov DKI. Sebaliknya, Pemprov mengatakan pengelolaan KSB dipegang Jakpro.

"Benar nggak tuh ya, saya lihat berita katanya (pengelolaan) dipegang pemerintah. Tapi Pak Heru bilang balik ke Jakpro. Jadi gimana itu ya," kata Rasmini.

Rasmini tak kuat jika harus hidup terkatung-katung seperti ini. Dia kembali mengungkit janji Gubernur Anies Baswedan. Kala itu warga sekitar JIS, Taman BMW, dijanjikan untuk masuk ke KSB secara gratis. Selain itu, mereka juga dijanjikan untuk dipekerjakan.

"Ya dulu katanya kan mau disetarakan. Kita mau dipekerjakan itu katanya. Sudah dimintain data-data pengalaman di (Taman) BMW. Suami saya punya grup juga itu untuk perkebunan, kita akan berkebun juga nanti. Sampai waktu itu ikut Dinas Pertamanan atau apa lah ke Jakarta Barat," ujar Rasmini.

Tetapi kini, janji tinggallah janji. Dia dan beberapa warga lainnya tak kunjung bisa menghuni KSB. Malah kabar terbaru, mereka harus menyewa.

Kekecewaan itulah yang membuat mereka melakukan aksi di Balai Kota. Baik Pemprov DKI maupun Jakpro belum bisa menjelaskan nasib dari kelanjutan penghunian KSB

"Belum, belum ngomong apa-apa Jakpro," kata Rasmini. [lia]

Baca juga:
Luntang Lantung Warga Kampung Susun Bayam
Warga Kampung Susun Bayam Dibohongi Jakpro, Dijanjikan 20 November Sudah Masuk Hunian
Temui Warga Kampung Bayam, Kesbangpol DKI: Kalau Pimpinan Dipaksa, Malah Jadi Ribet
Heru Budi soal Tarif Kampung Susun Bayam: Kalau Rp750.000 untuk Perawatan, Silakan
Aksi Warga Kampung Bayam Mengungsi di Balai Kota

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini