KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Musim kemarau, kenapa 2 hari Jakarta diguyur hujan?

Jumat, 19 April 2013 08:04 Reporter : Henny Rachma Sari
lalu lintas macet. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Bulan April ini seharusnya sudah memasuki musim kemarau, namun Jakarta diguyur hujan dua hari berturut-turut. Akibatnya, sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir dan kemacetan yang tak dapat dihindari.

Kasubid Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hari Tirtodjatmiko mengatakan bulan ini merupakan masa transisi atau masa pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau.

"Kalau ada anggapan bulan April itu seharusnya sudah musim kemarau, itu sebetulnya gambaran secara umum saja untuk seluruh wilayah Indonesia," ujar Hari saat dihubungi merdeka.com, Kamis (19/4) malam.

Hari menjelaskan, ciri-ciri kondisi pada masa transisi yakni, jika pagi udara akan terasa panas dan gerah. "Tapi sore harinya akan turun hujan," jelas Hari.

Saat masa transisi, lanjut Hari, akan ada pergeseran pemanasan matahari yang menyebabkan perubahan pola interaksi dari faktor-faktor utama penggerak dinamika atmosfer di Indonesia. "Hal ini lazim terjadi," ujar Hari lagi.

Hari menjelaskan, berdasarkan penelitian yang dilakukan BMKG mendapati bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau sekitar Mei hingga Juni. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Cuaca Ekstrem

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.