Musim hujan, program Jokowi atasi banjir ini malah belum tuntas

Selasa, 19 November 2013 06:20 Reporter : Iqbal Fadil
Musim hujan, program Jokowi atasi banjir ini malah belum tuntas Jokowi pantau gorong-gorong. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Musim hujan telah tiba. Puncaknya diperkirakan akan berlangsung hingga Maret mendatang. Seperti biasa, beberapa titik di wilayah Jakarta menjadi kubangan air ketika beberapa jam diguyur hujan deras.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebenarnya sudah berupaya sekuat tenaga mengantisipasi banjir. Berbagai proyek seperti normalisasi waduk, pengerukan dan pelebaran sungai, hingga membuat sumur resapan sudah dilakukan.

Sayangnya, di saat intensitas hujan makin tinggi, beberapa proyek itu ada yang belum selesai, dan ada yang terhenti di tengah jalan.

Berikut proyek antisipasi banjir Jokowi yang belum tuntas:

1 dari 6 halaman

Pengerukan Waduk Pluit terhenti

Pada Oktober lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menargetkan taman-taman yang ada di waduk Ria Rio dan Pluit akan rampung pada akhir tahun mendatang. Saat ini, pengerjaan taman tersebut baru mencapai 20 persen. Namun, proyek normalisasi Waduk Pluit, Jakarta Utara terpaksa berhenti sementara. Alasannya, masa kontrak alat berat pengeruk waduk telah habis.

"Kontrak sewa alat beratnya sudah habis. Jadi ini dihentikan untuk sementara waktu dulu," ujar Jokowi di rumah dinasnya Jalan Taman Suropati nomor 7, Jakarta Pusat, Senin (18/11).

Masa kontrak alat berat pengeruk Waduk Pluit telah habis sejak 9 November 2013 lalu. Untuk itu, Jokowi mendesak Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggas Rudi Siahaan untuk segera memperbarui kontrak kerja alat berat tersebut. "Nanti mau diperbaharui, diperbarui kontrak baru," tegas dia.

Selain itu, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan untuk menggandeng pihak swasta guna memberikan dana tanggung jawab sosialnya (corporate social responsibility/CSR) untuk membangun Waduk Pluit. Hal tersebut dilakukan apabila dana APBD tak sanggup membiayai normalisasi waduk.

"Kalau APBD ndak nutup ya dicarikan lagi, bukan dana swasta, tapi CSR, lah wong yang mau bantu banyak kok, antre malah," katanya.

2 dari 6 halaman

Pengerukan Kali Pesanggrahan terhenti

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan akan mengecek lokasi proyek normalisasi kali di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. "Saya mau cek-cek lagi masalah banjir, pengerukan di Pesanggrahan," ujar dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (18/11).

Jokowi menegaskan, proyek pengerukan di daerah tersebut berhenti. "Ini mau saya lihat, kenapa pengerukan di sana berhenti," tegas dia.

3 dari 6 halaman

Normalisasi Waduk Ria Rio terhenti

Tak hanya ke Pesanggrahan, dan Waduk Pluit, Jokowi menyatakan akan mengecek perkembangan proses pengerukan di Waduk Ria Rio dan daerah banjir di Ulujami. "Di Pesanggrahan, Ulujami, Pluit mau dicek semua kenapa berhenti," kata dia.

Jokowi berjanji akan menuntaskan masalah itu agar luapan air saat musim hujan tidak mengakibatkan banjir parah.

4 dari 6 halaman

Pengerjaan sumur resapan belum selesai

Hingga pertengahan November, 2.000 sumur resapan yang ditargetkan Jokowi di sejumlah titik di lima wilayah Jakarta belum kelar pengerjaannya.

Di beberapa lokasi seperti di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan serta di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, sumur resapan itu sudah digali.

Pembuatan sumur resapan ini dilakukan di pinggir jalan untuk menampung aliran air dari jalan raya. Di Jalan Raya Pasar Minggu, pekerjaan dilakukan PT Brantas Abipraya sebagai pemenang lelang. Anggaran yang digelontorkan untuk membangun sumur resapan itu yakni sebesar Rp 130 miliar.

5 dari 6 halaman

Puluhan pompa air masih rusak

Salah satu daerah rawan banjir adalah kawasan Jakarta Utara. Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI, Manggas Rudy Siahaan mengatakan persiapan yang dilakukan dengan menambahkan alat berat atau eskavator serta melakukan percepatan perbaikan mesin pompa air di seluruh Jakarta.

"Eskavator sudah kita siapkan sebanyak 90 unit. Pompa air masih ada 70 yang diperbaiki dari 400-an unit," jelasnya pada akhir Oktober lalu.

Manggas menambahkan, sisa 70 unit pompa air yang rusak dan sedang diperbaiki itu ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

6 dari 6 halaman

Penataan jaringan kabel yang semrawut

Semrawutnya jaringan kabel yang ada di saluran-saluran air menyebabkan genangan-genangan air dan banjir di Jakarta. Jokowi berencana untuk menata jaringan kabel tersebut. Namun, Jokowi mengatakan penataan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama mencapai 10 tahun. Jokowi akan membuat tempat pemasangan kabel listrik atau ducting untuk menata jaringan tersebut.

"Total pembangunan ducting di Jakarta itu lama, 10 tahunan. Itu cukup sulit ngerjainnya," ujar Jokowi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

Jokowi menegaskan pembangunan ducting menjadi sangat penting. Alasannya, ducting nantinya akan menyatukan seluruh jaringan kabel serta pipa yang selama ini ada di dekat saluran pembuangan air. Lalu, lanjut dia, pembangunan ducting tidak akan mengakibatkan infrastruktur di DKI Jakarta.

"Aturannya itu ditanam 1,3 meter, ini coba lihat, hanya 10 cm saja. Sudah gitu nanti digali, ditambal lagi, rusak deh," kata dia.

Baca juga:
Ahok bingung pompa air di Jakut tak siap hadapi musim penghujan
Soal tanggul raksasa, Jokowi bilang 'gambarnya aja belum ada'
Korban banjir: Pak Jokowi jangan urusi monyet saja
Atasi banjir, Ahok akan tinggikan tepi sungai di Jakarta
Atasi banjir Pesanggrahan, Jokowi ubah rawa jadi waduk

[bal]
Topik berita Terkait:
  1. Banjir Jakarta
  2. Jokowi Ahok
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini