Menjajal JPO Sudirman Tanpa Atap di Siang Hari

Rabu, 6 November 2019 11:35 Reporter : Merdeka, Ronald
Menjajal JPO Sudirman Tanpa Atap di Siang Hari JPO Sudirman tanpa atap. ©2019 Liputan6.com/Ditto Radityo

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menghilangkan atap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Pembongkaran dilakukan demi nilai estetika keindahan tata kota.

Tim Liputan6.com bersama Merdeka.com menyambangi JPO, Rabu (6/11) pukul 10.45 WIB. Pantauan di sekitar, tampak petugas Dinas Bina Marga DKI tengah melakukan pemugaran dengan mengecat dan merapikan tanaman yang tumbuh di di bibir JPO.

Merasakan menyeberang di JPO tanpa atap di siang hari tentu rasa panas lebih menyengat. Namun karena akses menyeberang yang ada hanya ini, maka tiada alasan untuk tak menggunakannya.

Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho mengatakan, atap JPO dicopot supaya pejalan kaki dapat merasakan sensasi menyeberang seperti di luar negeri. Dia berharap, para penyeberang jalan dapat menikmati pemandangan langit Jakarta dengan lebih indah.

"Artinya JPO tidak hanya selalu untuk menyeberang, tapi menikmati pemandangan," katanya.

Sebagai informasi, letak JPO tanpa atap di Sudirman ini tepat berada di sebelah Indofood Tower atau dekat Stasiun MRT Sudirman. Atap JPO Sudirman sendiri diketahui sudah dilepas sejak kemarin, Selasa 5 November 2019.

1 dari 1 halaman

Anies Setujui Atap JPO Sudirman Dibuka

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pembukaan atap jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat sudah melalui persetujuan Gubernur Anies Baswedan.

"Sebelumnya sudah mohon arahan gitu Pak Gubernur setuju ya udah jadi konsepnya terbuka," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (6/11).

Rencananya tak hanya JPO Jalan Sudirman saja yang akan dibuka atapnya. Kendati begitu Hari masih enggan menyebutkan lokasi detailnya.

Sementara itu, bila konsep JPO untuk terintegrasi dengan Bus Transjakarta hanya akan direvitalisasi dengan konsep berbeda. Layaknya, JPO Gelora Bung Bung Karno (GBK) yang dilengkapi sejumlah fasilitas menarik.

"Kalau menuju halte kan mau naik bus itu tidak dibuka kanopi nya karena orang mau naik bus konsepnya beda lagi," jelasnya.

Hari mengungkapkan, konsep terbuka akan memberikan pengalaman baru untuk para penyeberang. Sebab mereka dapat melihat pemandangan sisi lain dari Jakarta.

"Kita buka selain konsep nya untuk menyeberang agar punya pengalaman baru jadi lihat view pemandangan Jakarta yang sekarang udah bagus," jelasnya.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Keluhan Warga Sebrangi JPO Tak Beratap ala Anies Baswedan
Langkah Pemprov DKI Copot Atap JPO Sudirman Dinilai Tidak Tepat
Anies Setujui Atap JPO Sudirman Dibuka
Copot Atap JPO Sudirman, Pemprov DKI Ingin Warga Bisa Lihat Pemandangan
KPK Soal e-Budgeting: Jangan Sistem yang Lebih Baik dan Terbuka Dihilangkan
Undang ke Kongres, NasDem Anggap Anies Orang Dalam

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini