Matinya rasa empati di atas KRL Commuter Line

Minggu, 9 Maret 2014 06:01 Reporter : Ramadhian Fadillah
Penyandang disabilitas di KRL. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Baru beberapa hari lalu sebuah foto disebar di twitter. Dalam foto di atas KRL Commuter Line itu, seorang penyandang disabilitas duduk di lantai. Sementara tiga orang pria duduk santai di kursi prioritas. Foto ini dibully di media sosial.

Setiap gerbong KRL memang dilengkapi bangku prioritas untuk wanita hamil, lansia, penyandang disabilitas dan ibu membawa balita. Ada 12 kursi di setiap gerbong.

Namun lagi-lagi ada penumpang yang tak tahu diri cuek saja duduk di kursi itu.

Pantauan merdeka.com, Sabtu (8/3) seorang pria muda santai saja duduk di kursi prioritas. Dia mengenakan earphones sambil tertidur.

Banyak ibu membawa balita di dalam Kereta jurusan Bogor- Jakarta ini. Beberapa penumpang mencoba membangunkan pria ini untuk memberikan kursinya. Namun dia tetap tertidur.

Akhirnya penumpang memanggil petugas keamanan di gerbong sebelah. Setelah ada petugas datang, baru pria itu bangun.

Penumpang pun menyindir pria itu. Yang disindir cuek saja.

"Banyak orang naik KRL sekarang cuek saja lihat penumpang hamil atau bawa anak. Nggak ada empatinya sama orang cacat. Padahal pada sehat, tapi tetep aja duduk di kursi prioritas. Banyak yang pura-pura tidur, biar nggak disuruh pindah," curhat Ratna seorang penumpang Commuter Line.

Ratna menyesalkan tindakan seperti itu. Sayangnya lagi hal ini dilakukan orang-orang berpendidikan.

"Jangan dikira orang kantoran yang rapi itu toleran. Mereka juga nggak tahu aturan. Duduk santai sambil baca koran, main smartphone. Sayang kan orang berpendidikan kelakuannya seperti itu," keluhnya.

Jessie (29), seorang pengguna KRL Bogor-Jakarta punya kenangan buruk saat meminta kursi prioritas pada seorang laki-laki. Saat itu Jessie sedang hamil 7 bulan.

"Saya minta tempat duduk. Laki-laki itu bilang kalau hamil jangan naik KRL dong. Saya juga bayar," tutur Jessie menceritakan hal itu kepada merdeka.com.

Tapi tak selamanya penumpang kurang ajar seperti itu. Ryan, seorang warga Bojong Gede mengaku selalu memberikan kursi jika lihat ada yang butuh. Dia malu duduk kalau ada lansia, ibu-ibu atau wanita hamil berdiri.

"Nggak semua penumpang menyebalkan kok. Banyak yang masih toleran. Cuma yang menyebalkan dan tak tahu diri memang makin banyak," kata Ryan.

Andi, seorang petugas keamanan Commuter Line mengakui personel yang berjaga di atas rangkaian KRL memang kurang. Dulu saat masih ada pembagian KRL ekonomi dan CL, memang petugas selalu berkeliling untuk menanyakan karcis. Tapi sekarang tidak ada, karena PT KCJ menerapkan sistem tap in tiket pada pintu di stasiun.

"Saya sih masih keliling gerbong. Memang banyak nggak tahu aturan. Mungkin dari manajemen bisa disosialisasikan lagi kesadaran untuk kursi prioritas," kata Andi. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. KRL
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.