KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Mantan Wali Kota Jakbar ditahan, Djarot siapkan opsi pemecatan

Jumat, 14 Juli 2017 11:55 Reporter : Sania Mashabi
Djarot halalbihalal dengan PNS DKI. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mantan Wali Kota Jakarta Barat yang saat ini menjabat Asisten Kesejahteraan Daerah (Askesda) Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Fatahillah, ditahan di Rutan Salemba, kemarin (13/7). Fatahillah ditahan karena kasus korupsi normalisasi sungai Jakarta Barat yang terjadi 2013.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat akan mencopot Fatahillah dari jabatannya. "Tadi malam dapat informasi Askesra Pak Fatahillah, saya dapet informasi Pak Fatahillah dijemput kejaksaan Jakbar atas kasus 2013. Dan untuk yang bersangkutan (Fatahillah), pasti dicopot. Pilihannya tinggal dua, mengundurkan diri atau kita berhentikan. Jelas itu ya," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).

Mantan Wali Kota Blitar itu menjelaskan, Fatahillah perlu diberhentikan karena posisinya di Pemprov DKI sangat penting. Salah satunya bertugas menyiapkan penyelenggaraan Asian Games yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang.

"Karena posisinya penting menyangkut percepatan pelaksanaan Asian Games, maka sementara ini kita akan minta Aspem, Pak Bambang untuk rangkap sementara sebagai PLH (Pelaksana Harian) disitu," ucapnya.

Untuk diketahui, mantan Wali Kota Jakarta Barat (Jakbar) Fatahillah ditangkap karena pihak kejaksaan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi normalisasi sungai di Jakarta Barat. Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Reda Manthovani, penahanan itu dilakukan sebagai tindak lanjut kasus Suku Dinas (Sudin) Tata Air yang telah disidangkan.

"Kemarin ada penyerahan tersangka dari penyidik ke penuntut umum, perkara ini merupakan lanjutan Sudin tata air yang sudah disidangkan dan divonis jadi ada pengembangan waktu itu," kata Reda, saat di hubungi wartawan, Jumat (14/7).

Saat ini, kata Reda, Asisten Kesejahteraan Daerah (Askesda) Bidang Kesejahteraan Rakyat itu ditahan di Rutan Salemba. Perkara itu juga akan segera disidangkan di pengadilan tindak pidana korupsi Agustus mendatang.

"(Saat ini sudah) di Rutan Salemba sejak jam 14.00 siang (kemarin), sekarang Jaksa Penuntut Umum. Sedang menyiapkan dakwaannya, perlu waktu sekitar seminggu sampai dua minggu setelah itu baru kita akan limpahkan, ke pengadilan diminta proses pengadilan, kemungkinan pertengahan Agustus dimulai persidangannya," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.