Luncurkan Kartu Pekerja, Sandiaga gratiskan buruh naik TransJakarta

Jumat, 12 Januari 2018 11:02 Reporter : Hari Ariyanti
Kartu Pekerja. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta meluncurkan program Kartu Pekerja untuk Buruh pada Jumat (12/1). Kartu ini bisa digunakan bagi para buruh untuk berbagai keperluan seperti naik bus TransJakarta dan berbelanja sembako dengan subsidi harga.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno menyampaikan program ini merupakan bentuk keberpihakan Pemprov DKI pada kaum marjinal.

"Ini bentuk keberpihakan Pemprov DKI kepada kaum termarjinalkan. Kaum yang belum menikmati perkembangan dan pertumbuhan di Jakarta," jelasnya saat meluncurkan kartu tersebut di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Sandi mengatakan sesuai arahan Gubernur Anies Baswedan, pihaknya ingin memastikan hubungan industrial berjalan lebih baik. Dengan adanya kartu ini, para buruh bisa meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan mereka.

Diharapkan pula dengan kartu ini bisa membantu menekan biaya hidup yang harus mereka keluarkan setiap hari.

"Memastikan biaya hidup mereka tak melambung tinggi," ujarnya.

Berdasarkan data pihaknya, sebanyak 30 persen dari gaji buruh di Jakarta dihabiskan untuk transportasi dan 30 sampai 35 persen untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dengan kartu ini persentase itu bisa ditekan dan meringankan para buruh. Buruh yang mendapatkan kartu ini untuk yang gajinya di bawah UMP 2018 dan setara UMP 2018 yang mencapai Rp 3,648 juta.

Politisi Gerindra ini menyebutkan, pemegang Kartu Pekerja untuk Buruh ini bisa menggunakannya untuk naik TransJakarta dan gratis untuk semua koridor. Kartu ini juga bisa digunakan belanja sembako di JakGrosir yang menyediakan 2.000 item kebutuhan rumah tangga. Kartu ini bisa digunakan di 72 pasar tradisional yang melayani transaksi non tunai dan mendapatkan harga subsidi untuk produk pangan seperti beras, daging ayam, daging sapi, telur.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga kerja Pemprov DKI Jakarta, Priyono menyampaikan ada 236 perusahaan yang mengajukan kartu ini pada tahap pertama dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 25.514 orang. Setelah diverifikasi ada 3.339 buruh yang mendapatkan kartu ini.

"Tahap kedua 216 perusahaan yang mengajukan. Jumlah tenaga kerjanya 2.112 orang dan sampai saat ini masih verifikasi," tandas Priyono. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini