Lindungi Anak di Bawah 12 Tahun, Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Dewasa

Jumat, 24 September 2021 13:41 Reporter : Fikri Faqih
Lindungi Anak di Bawah 12 Tahun, Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Dewasa Vaksinasi Covid-19 di Depok. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggenjot vaksinasi masyarakat usia dewasa untuk melindungi kelompok anak di bawah 12 tahun. Ini dilakukan karena anak di bawah 12 tahun belum bisa divaksinasi Covid-19, termasuk masyarakat rentan seperti yang memiliki penyakit bawaan (komorbid).

"Vaksinasi tidak hanya melindungi diri sendiri tapi upaya gotong royong untuk melindungi mereka yang belum divaksin karena usia atau sebagian kecil karena alasan kesehatan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia di Jakarta, Jumat (24/9).

Dia menjelaskan semakin banyak masyarakat yang menjalani vaksinasi akan terbentuk kekebalan kelompok sehingga dapat menekan tingkat penularan Covid-19 pada kelompok anak di bawah 12 tahun yang belum bisa divaksin dan kelompok masyarakat rentan lainnya.

Saat ini ada sekitar 2,3 juta warga berdasarkan KTP DKI Jakarta yang belum terdata melakukan vaksinasi Covid-19.

Untuk itu,Dwi mengungkapkan, pihaknya kini melakukan pengawasan di bawah koordinasi Biro Pemerintahan DKI Jakarta untuk mendata cakupan vaksinasi per kelurahan. Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, cakupan vaksinasi di tingkat kelurahan sudah di atas 60 persen, namun realisasi itu perlu ditingkatkan menjadi lebih tinggi dari 80 persen.

Selain itu, lanjut dia, kolaborasi juga dilakukan bersama dengan lembaga dan organisasi untuk mempercepat vaksinasi dengan berbagai layanan di antaranya sentra vaksinasi, mobil keliling hingga memanfaatkan tempat umum seperti terminal dan stasiun kereta, tempat ibadah dan sekolah. Pendaftaran vaksinasi juga dipermudah melalui layanan daring pada aplikasi Jakarta Kini (JaKi).

Seperti dilansir dari Antara, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung dengan realisasi total vaksinasi dosis satu hingga Kamis kemarin sebanyak 10,3 juta orang dari sasaran 8,94 juta. Adapun proporsi 64 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 36 persen warga KTP non DKI.

Sedangkan, total dosis dua mencapai 7,51 juta orang atau 84 persen, dengan proporsi 66 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 34 persen warga KTP non DKI. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini