Langkah Pemprov DKI Copot Atap JPO Sudirman Dinilai Tidak Tepat

Rabu, 6 November 2019 11:46 Reporter : Yunita Amalia
Langkah Pemprov DKI Copot Atap JPO Sudirman Dinilai Tidak Tepat JPO Sudirman tanpa atap. ©2019 Liputan6.com/Ditto Radityo

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga melakukan pencopotan atap jembatan penyeberangan orang (JPO) Sudirman. Pencopotan itu atas izin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pengamat tata kota, Nirwono Joga menilai, JPO harus memiliki atap guna menghalau terik matahari ataupun guyuran hujan bagi pejalan kaki. Sebagaimana fungsinya, JPO sedianya harus memiliki standar yang baik misalnya, konstruksi yang kokoh, ramah bagi lansia, ibu hamil dan disabilitas, serta terkoneksi dengan trotoar.

"Terbuka atau tertutup atap JPO untuk Jakarta yang panas dan tropis tentu dibutuhkan atap sebagai peneduh JPO, tidak bisa terbuka semua," katanya kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (6/11).

Dia menghargai jika tujuan Pemprov DKI mencopot atap JPO Sudirman sebagai bentuk memperindah bangunan itu sendiri, akan tetapi ada upaya lain yang patut dikerjakan ketimbang mencopot atap. Upaya yang dimaksud Nirwono adalah mempublikasikan jumlah serta kondisi JPO.

Nirwono menyebut ada tiga tingkatan kategori kondisi JPO. Pertama, hijau untuk kondisi JPO yang aman dan layak. Kedua, kuning kondisi JPO yang menggambarkan masih cukup baik namun harus segera diperbaiki. Terakhir merah, JPO yang hampir roboh dan mendesak untuk diperbaiki.

Jika klasifikasi itu dilakukan, menurut Nirwono akan berdampak pada penggunaan anggaran secara tepat.

"Dengan keterbatasan anggaran, daripada merevitalisasi JPO yang msh baik atau aman atau layak pakai (beautifikasi/pencitraan), lebih baik diutamakan dana anggaran yang terbatas digunakan untuk memperbaiki JPO yang masuk kategori merah dulu, demi keselamatan pejalan kaki," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Pemprov DKI akan Revitalisasi 15 JPO

Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi 15 jembatan penyeberangan orang (JPO) di sejumlah wilayah Ibu Kota pada 2020. Hari menyebut, JPO yang direvitalisasi tersebut memiliki konsep modern dan menarik. Bahkan rencananya dilengkapi dengan lampu warna-warni.

"JPO yang kita bangun enggak kalah menarik dengan JPO yang ada. Kita bangun seperti di GBK, Bundaran Senayan maupun Polda," katanya di Taman Sepeda Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (27/8).

15 jembatan yang akan direvitalisasi tersebut adalah JPO Sugiyono (Masjid Al Abidin), JPO Warung Jati Barat (Pejaten Village), JPO Kyai Caringin (RS Tarakan), JPO Fatmawati (RS Fatmawati), dan JPO Raya Pasar Minggu (FO Tanjung Barat).

Kemudian yakni JPO Lenteng Agung (FO Lenteng Agung-IISIP), JPO Suryopranoto (Petojo Busway), JPO Pos (Pasar Baru), JPO Tubagus Angke (RPTRA Kalijodo), JPO Bintaro Permai (FO Bintaro Permai), JPO KH Mas Mansyur (Muhammadiyah), dan JPO Tubagus Angke (Perdana Kusuma).

Lalu ada JPO Saharjo (Menteng Pulo), JPO Jembatan Dua Raya (Arwana IV) dan Skywalk Halte VelbakStasiun Kebayoran Lama. Selanjutnya, kata dia, saat ini pihaknya tengah melakukan revitalisasi di JPO Daan Mogot, Jakarta Barat dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. [fik]

Baca juga:
Menjajal JPO Sudirman Tanpa Atap di Siang Hari
Anies Setujui Atap JPO Sudirman Dibuka
Copot Atap JPO Sudirman, Pemprov DKI Ingin Warga Bisa Lihat Pemandangan
KPK Soal e-Budgeting: Jangan Sistem yang Lebih Baik dan Terbuka Dihilangkan
Undang ke Kongres, NasDem Anggap Anies Orang Dalam
Proyek Trotoar Memperparah Kemacetan Lalu Lintas Ibu Kota

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini