Langgar PSBB DKI, 188 Rumah Makan dan 19 Perkantoran Disegel

Kamis, 24 September 2020 18:51 Reporter : Merdeka
Langgar PSBB DKI, 188 Rumah Makan dan 19 Perkantoran Disegel razia tempat makan di pasar pramuka. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Sebanyak 188 rumah makan dan 19 perkantoran di DKI Jakarta terpaksa disegel sementara waktu karena melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat. Angka itu merupakan akumlatif dari penindakan selama 10 hari pelaksanaan operasi yustisi.

"Kami menyegel 19 kantor dan 188 karena mengabaikan Pergub No 88," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (24/9).

Yusri meminta seluruh perkantoran dan rumah makan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dia menyampaikan, operasi yustisi semata-mata hanya untuk membantu mendisiplinkan masyarakat.

"Harapannya masyarakat bisa sadar penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta cukup tinggi," ujar dia.

Yusri mencatat, sejak PSBB ketat diberlakukan pada 14 September 2020 sampai 23 September 2020 kemarin jumlah pelanggar yang ditindak mencapa 73.532 orang.

Yusri merinci, 33.688 orang diberikan teguran tertulis, kemudian 4.031 orang mendapatkan teguran lisan. Lalu, 33.321 orang dikenakan sanksi sosial. Sisanya, 2.492 orang dijatuhi sanksi denda.

"Di sini yang kita berpegangan pada Pergub Nomor 88 atau Pergub Nomor 79 tentang penindakan disiplin," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]

Baca juga:
Anies Perpanjang PSBB Hingga 11 Oktober
Meski Ada Pelandaian Kasus, Anies Akui Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Meningkat
Anies Sebut Ada Tanda Pelandaian Kasus Aktif Covid-19 Saat PSBB
Kasus Positif Covid-19 di DKI Terus Meningkat, Tapi Tren Positivity Rate Melandai
Ormas Bantu Satpol PP Razia Masker di Kampung Melayu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini