Kritik keras Ahok, Jakpus dapat Adipura tapi joroknya minta ampun

Selasa, 26 Juli 2016 09:04 Reporter : Mardani
Kritik keras Ahok, Jakpus dapat Adipura tapi joroknya minta ampun Piala Adipura. ©istimewa

Merdeka.com - Tahun ini Kota Administrasi Jakarta Pusat meraih penghargaan Adipura Kirana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan ini diberikan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Istana Siak Sri Indrapura, Riau pada 22 Juli lalu.

Penghargaan ini diberikan kepada kota di Indonesia yang berhasil dalam keberhasilan serta pengelolaan lingkungan hidup. Tahun ini, Jakarta Pusat menjadi salah satu dari 7 kota metropolitan yang memeroleh Adipura.

Namun rupanya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak menyambutnya dengan gembira. Ahok mengaku sesungguhnya tidak senang dengan adanya penghargaan semacam ini.

"Saya bukan orang yang begitu suka dengan penghargaan-penghargaan," ujar Ahok dalam kata sambutannya di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/7).

Ahok justru mengaku heran Jakarta Pusat mendapatkan penghargaan Adipura Kirana itu. Alasannya, wilayah Jakarta pusat masih ada yang kotor.

Orang nomor satu di DKI ini lantas memberi contoh saat dirinya beberapa kali ke kawasan Senen, kawasan itu terlihat kotor, dan kumuh.

"Saya kalau nyelonong-nyelonong nih, di Senen itu joroknya minta ampun. Di bioskop film-film India itu loh. Karena saya pernah nonton itu juga dulu," katanya.

Ahok pun meminta Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede tidak melakukan perayaan yang berlebihan seperti arak-arakan piala Adipura.

"Saya tidak ingin arak-arakan kota Pak Wali Kota. Malu saya, norak, Cempaka Putih masih kotor," kata Ahok.

Ahok mengaku malu karena penghargaan yang diterima tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Oleh sebab itu, Ahok meminta kepada Mangara merayakan penghargaan itu dengan berfoto di kantornya saja tanpa melakukan arak-arakan.

"Malu saya dapat Adipura tapi kotanya masih temukan sampah dan jalan kotor. Ya sudah foto di depan Balai Kota saja, kayak orang biasa saja. Lurah dan pasukan warna-warni diajak," kata Ahok.

Sang Wali Kota pun angkat bicara. Mangara Pardede mengakui sejumlah lokasi di wilayahnya seperti kawasan Cempaka Putih dan Senen belum bersih dari sampah.

Mangara mengaku tidak masalah dengan kritik yang disampaikan Ahok. Baginya, kritik dan penghargaan itu menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja.

"Kami tidak mengklaim diri bahwa Jakarta pusat bersih sebelumnya. Tapi kami akan terus melakukan effort dan tentunya kami mendapat penghargaan ini jadi penyemangat kami bekerja. Lebih rajin lagi lah semua," katanya di Balai kota, Jakarta, kemarin.

Dia berjanji ucapan Ahok akan disampaikan kepada seluruh anak buahnya di Jakarta Pusat. Mangara mengklaim kinerja yang dilakukan tidak untuk mengejar penghargaan, tetapi, karena ingin membangun dan membuat Jakarta lebih baik.

"Apa yang dikatakan pak gubernur tadi memang kami tanamkan di jajaran Jakarta pusat. Bahwa apa yang kami lakukan bukan semata-mata dalam mengejar penghargaan, tidak. Tetapi bagaimana Jakarta ini bisa lebih bagus, banjirnya bisa dikurangi, sampahnya bisa dikurangi," jelas Mangara.

Meski demikian, Mangara memastikan seluruh jalan-jalan protokol di Jakarta Pusat sudah bersih dari sampah sejak pukul 07.00 WIB pagi.

"Tetapi kami klaim bahwa jam 7 pagi seluruh jalan protokol di Jakarta Pusat bersih. Kami sudah sepakat seluruhnya. Seluruh jalan protokol jam 7 bersih dari sampah," katanya.

Sementara soal permintaan Ahok agar tak ada arak-arakan, Mangara Pardede mengatakan pihaknya tidak akan melakukannya. Mangara mengaku akan mengikuti instruksi Ahok itu.

"Enggak. Kami tidak mengarak. Tidak, tidak kami tidak melakukan itu (arak-arakan piala)," kata Mangara.

Mangara menyebut perayaan atas pencapaian yang didapat hanya akan dilakukan dengan makan nasi tumpeng dengan seluruh jajaran PNS dan unit di Kantor Pemkot Jakarta Pusat.

"Kalau sekarang ini ada camat bawa tumpeng di kantor. Berdoa kepada Allah SWT agar kami lebih semangat ke depannya. Jadi hanya selamatan sederhana," terangnya.

"Kalau mau kita sama-sama makan tumpeng, ayo ke kantor saya sekarang. Jadi kami ada 8 kecamatan, sekarang ada 9 tumpeng mari kita sama makan tumpeng," katanya.

Selain meraih Adipura, ada dua penghargaan lain yang disabet Pemprov DKI, yakni; Adiwiyata Mandiri dan Kalpataru.

Adiwiyata Mandiri adalah penghargaan bagi kepala sekolah dan sekolah yang menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Tahun ini Adiwiyata Mandiri diraih oleh 5 sekolah, yaitu SD Tarakanita 3 Jaksel (peringkat 7 nasional); SMAN 34 Jakarta Selatan; SMAN 80 Jakarta Pusat; SMPN 228 Jakarta Pusat; SD Cibubur 11 Jakarta Timur.

Sementara Kalpataru adalah apresiasi bagi masyarakat atau kelompok masyarakat yang memberikan sumbangsih bagi pemeliharaan fungsi lingkungan hidup.

Tahun ini diraih oleh Ketua Perhimpunan Nelayan ikan Hias dan Tanaman Hias (PERTINAS) dari Kepulauan Seribu Utara, Ismail untuk kategori penyelamat lingkungan, Sarmili dari Kecamatan Jagakarsa untuk kategori pembina lingkungan. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Piala Adipura
  3. Ahok
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini